Musim Hujan Datang Lebih Cepat, Ini Doa Menghadapi Musim Hujan

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2025/2026 di Indonesia akan datang lebih awal dari biasanya. Sejumlah wilayah sudah mulai diguyur hujan sejak Agustus 2025, lebih maju dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam rilis resminya menjelaskan bahwa musim hujan diperkirakan berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026. Puncak hujan diprediksi bervariasi: November–Desember 2025 di wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta Januari–Februari 2026 di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 294 ZOM atau 42,1 persen akan mengalami musim hujan yang lebih cepat. Sebanyak 193 ZOM (27,6 persen) bahkan diprediksi menghadapi curah hujan di atas normal, termasuk sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Baca Juga: Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit dalam Al-Qur’an
Adapun mayoritas wilayah lainnya akan mengalami sifat hujan normal, sedangkan sebagian kecil daerah diperkirakan hujannya lebih sedikit dari biasanya.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem, termasuk banjir dan longsor, yang seringkali mengiringi musim penghujan.
Dalam tradisi Islam, turunnya hujan adalah nikmat Allah sekaligus ujian. Umat dianjurkan untuk berdoa ketika hujan turun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keselamatan dari bahaya yang mungkin ditimbulkan. Salah satu doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah:
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
“Allahumma shayyiban naafi‘an.”
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat.”
Selain itu, ketika hujan turun dengan lebat dan dikhawatirkan menimbulkan musibah, umat dianjurkan membaca doa:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
“Allahumma hawaalaina wa laa ‘alaina, Allahumma ‘alal aakaami wadz-dziraabi wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajar.”
Baca Juga: Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan tepat di atas kami. Ya Allah, turunkanlah di bukit-bukit, di perbukitan, di lembah-lembah, dan di tempat tumbuhnya pepohonan.”
Dengan menyertakan doa dalam menghadapi datangnya musim hujan, masyarakat tidak hanya menyiapkan langkah antisipasi secara fisik, tetapi juga menguatkan aspek spiritual sebagai wujud tawakal dan ikhtiar kepada Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








