Membaca Salawat untuk Selain Nabi Muhammad, Siapa Bilang Tidak Boleh?

AKURAT.CO
Dalam pandangan masyarakat umum salawat hanya diperuntukkan untuk baginda Nabi Muhammad SAW. Namun Nabi Muhammad sendiri menjelaskan dalam hadisnya bahwa salawat boleh ditujukan kepada selain nabi. Berikut dua hadis yang memberi penjelasan tersebut:
Hadis Pertama:
عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ إِلَى بَيْتِ سَعْدٍ فَسَلَّمَ فَرَدَّ سَعْدٌ السَّلَامَ وَخَافَتَ وَانْطَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَحِقَهُ سَعْدٌ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّمَا حَمَلَنِي عَلَى ذَلِكَ أَرَدْتُ أَنْ تَزِيدَنَا مِنْ كَثْرَةِ السَّلَامِ ثُمَّ أَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى دَخَلَ عَلَى سَعْدٍ فَأَتَاهُ بِإِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَاهُ مِلْحَفَةً وَرْسِيَّةً فَاشْتَمَلَ بِهَا، قَالَ قَيْسٌ: فَرَأَيْتُ أَثَرَ الْوَرْسِ عَلَى عُكَنِهِ ثُمَّ قَالَ: " اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى الْأَنْصَارِ وَعَلَى ذُرِّيَّةِ الْأَنْصَارِ، وَعَلَى ذُرِّيَّةِ ذُرِّيَّةِ الْأَنْصَارِ، ثُمَّ أَوْكَفَ سَعْدٌ حِمَارًا لَهُ عَلَيْهِ قَطِيفَةٌ فَقَالَ لِابْنِهِ: اذْهَبْ فَرَدَّ الْحِمَارَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ارْكَبْ عَلَى صَدْرِ حِمَارِكَ» قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ارْكَبْ. قَالَ: إنَّكَ رَبُّهُ " قَالَ: هُوَ لَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
Artinya: “Dari Qays bin Saʽad ibn ʽUbādah RA berkata, ‘Rasulullah SAW datang ke rumah Saʽd, kemudian beliau memberi salam. Saʽd pun menjawab salam tersebut dan berbicara dengan suara lirih. Rasul SAW pun pergi namun Saʽad menyusulnya. Saʽad pun berkata, ‘Wahai Rasulullah SAW, saya berbuat demikian karena saya ingin Rasul menambah salam sebanyak-banyaknya.’ Rasul pun menatap Saʽad dan kembali masuk ke rumah Saʽad. Saʽad kemudian menyambut Rasul SAW dengan sebuah wadah yang berisi air dan dibuat mandi oleh Rasul. Kemudian Saʽad memberi Rasul sebuah mantel berwarna merah untuk dipakainya. Pada saat itu, Qays melihat ada bekas benang pakaian menempel di lehernya. Kemudian Rasul SAW bersabda, ‘Allāhumma ṣalli ʽalā al-Anṣār wa ʽalā dzurrīyat al-Anṣār, wa ʽalā dzurrīyat dzurrīyatil Anṣār,’ (Ya Allah, berikanlah salawat kepada orang Anshar ini, keturunannya, dan keturunan dari keturunannya). Saʽad kemudian mewakafkan satu keledai untuk Rasul SAW, di atas keledai itu ada sepotong kain sutra. Saʽad pun berkata kepada putranya, ‘Pergilah dan kembalikan keledainya. Rasulullah SAW bersabda, “Naiklah di atas punggung keledaimu!” Saʽad berkata, ‘Wahai Rasulullah, naiklah!’ Rasul menjawab, ‘Naiklah, kaulah pemiliknya.’ Saʽad berkata kembali, ‘Keledai ini sudah menjadi milikmu wahai Rasul SAW.” (Lihat At-Ṭhabrānī, Muʽjamul Kabīr, [Tanpa keterangan kota, Maktabah Al-ʽUlm wal Ḥikam: 1983 M), juz XVIII, halaman 389).
Hadis Kedua:
حَدَّثَنَا مَكْحُولٌ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ، كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ» ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ {إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ} [فاطر: 28] ثُمَّ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ، وَأَهْلَ سَمَاوَاتِهِ وَأَرَضِيهِ، وَالنُّونَ فِي الْبَحْرِ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ الْخَيْرَ
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Makḥūl, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Keutamaan orang yang alim atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang yang lebih rendah derajatnya dari kalian.’ Rasul SAW kemudian membaca Surat Fatir ayat 28. Kemudian ia melanjutkan sabdanya, ‘Sungguh Allah SWT, para malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi-Nya, serta ikan Nūn di laut bershalawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (Lihat ʽAbdullah bin Abdur Rahmān Ad-Dārimī, Sunan Ad-Dārimī, [Beirut, Dārul Kutub Al-ʽArabi: 1407 H], juz I, halaman 334).
Dari pemaparan hadis di atas dapat disimpulkan bahwa salawat boleh diperuntukan untuk selain Muhammad SAW, yaitu untuk orang-orang yang telah melakukan kebaikan. Semoga bermanfaat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




