Ayat Al-Quran Ini Jelaslan Karakter Kepemimpinan Nabi, Sifatnya Sangat Dikagumi Non-Muslim

AKURAT.CO - Setiap muslim ingin melihat dan mencontoh karakter kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu ia akan mendapatkan pahala.
Meniru karakter kepemimpinan Nabi akan membawa manusia kepada kesuksesan kepemimpinan. Sebab ia merupakan teladan terbaik dalam segala hal.
Al-Quran jelaskan karakter kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Sifatnya ini sangat dikagumi oleh umatnya, bahkan oleh non-muslim sekalipun.
Baca Juga: Tafsir Surah Ali Imran Ayat 159, Al-Quran Paparkan Prinsip Politik Musyawarah Yang Baik
Allah SWT berfirman,
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS at-Taubah: 128)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengaitkan kalimat ‘azîzun ‘alahi mâ ‘anittum dengan dua hadits:
بُعِثْتُ بِاْلحَنِيْفِيَّة السَّمْحَة
“Aku (Muhammad SAW) diutus untuk membawa agama yang lurus dan toleran.”
Karakter kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang dimaksudkan di sini yaitu lurus dan toleran. Nabi tidak pernah berbelok kepada hal-hal di luar tanggung jawabnya.
Beliau juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang toleran. Mau menerima masyarakat apapun keyakinan agamanya. Salah satunya orang Quraisy bernama Mut'im. Beliau meski tidak memeluk Islam namun hormat kepada Nabi Muhammad.
Saat Nabi Muhammad diusir dari Thaif, ia berani menemani nabi bsrsama anak-anaknya.
Baca Juga: Tafsir Surah Ali Imran Ayat 159, Al-Quran Paparkan Prinsip Politik Musyawarah Yang Baik
"Wahai orang Quraisy, saya telah memberikan perlindungan saya kepada Muhammad, jadi janganlah ada di antara kalian yang bergerak untuk menyakitinya," ujar Mut'im. Nabi Muhammad sholat dua rakaat dan kemudian Mut'im dan anak-anaknya mengantarnya ke rumahnya. (Al-Qahtani 144)
Karakter lurus dan toleran nabi juga seperti yang dituturkan Al-Qur’an, bahwa beliau dikenal sebagai pemimpin yang penyayang, toleran, dan penuh kasih.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS Ali Imran: 159).
Itulah karakter kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai sosok yang lurus, toleran, dan kasih sayang kepada semua masyarakat. Hal itu yang membuat dirinya dicintai manusia, sekalipun non muslim.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






