Meriahkan HUT Jakarta, BTN Hadiahkan Promo Transaksi QRIS Serba Rp497 di BTN Jakim

AKURAT.CO, Mengambil momentum HUT Jakarta ke 497, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendorong volume transaksi digital, khususnya QRIS dengan menawarkan berbagai macam promosi menarik selama gelaran BTN Jakarta Internasional Marathon (BTN Jakim) pada hari Minggu, 23 Juni mendatang. Pada acara tersebut, para pengguna BTN Mobile dapat menikmati Spesial Promo balé santap by BTN di merchant pilihan yang hadir di acara puncak BTN Jakim di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Sebanyak kurang lebih 60 Merchant makanan pilihan BTN akan hadir di area “Race Village” yang berlokasi di Gate 30-31 GBK, diantaranya Yoshinoya, Chatime, Shihlin, Gindaco, Delisio Tako, Tamani, Es Teler 77, Cupbop, Go! Go! Curry dan lain sebagainya. Tak hanya harga promo yang menarik, akan ada makanan gratis dari Yashinoya dan Chatime bagi masyarakat yang mendapat voucher khusus setelah sukses menjadi nasabah baru BTN. Untuk mendapatkan promo tersebut, masyarakat harus memiliki aplikasi BTN Mobile di ponsel mereka, dan menyerahkan voucher tersebut saat membayar transaksi dengan QRIS BTN Mobile.
“Masyarakat yang ingin meramaikan HUT Jakarta acara BTN Jakim di GBK dapat menikmati makanan dan minuman istimewa dengan harga promo hanya sebesar Rp 497, angka yang sama dengan usia Jakarta,” kata Corporate Secretary BTN, Ramon Armando di sela sela pengambilan racepack BTN Jakim di Jakarta, Jumat (21/6).
Baca Juga: Kemenparekraf Dukung BTN JAKIM 2024
Khusus untuk nasabah BTN Prioritas, BTN memberikan refreshment Cuma Cuma, dari es krim dan sport physioteraphy dengan menukarkan gelang BTN Prioritas di booth khusus. Promo transaksi Qris juga dilakukan selama event “Race Expo” di tempat pengambilan racepack di Hotel Aryaduta Jakarta dari tanggal 20-22 Juni 2024 yang membuka booth di “Bale Santap”.
“Melalui event BTN Jakim, kami menargetkan adanya penambahan 5.000 peserta lari yang belum menjadi user BTN Mobile yang didukung dengan penaawaran promo di atas,” kata Ramon. Adapun jumlah transaksi Qris selama acara puncak BTN Jakim diharapkan dapat menembus sekitar 20.000 transaksi.
Menonton Finisher di Stadion GBK
Pemerintah Provinsi Jakarta sebagai penyelenggara telah sukses menggaet 15.000 pelari termasuk pelari mancanegara untuk menyemarakkan Marathon Day tanggal 23 Juni mendatang. Keseruan menonton para pelari berlomba menuju garis finish akan menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat. Oleh karena itu, BTN membuka akses bagi warga Jakarta, keluarga maupun kolega dari para pelari untuk dapat menonton langsung detik -detik pelari andalannya menyentuh garis finish.
Baca Juga: JAKIM 2024, Ini Dia Titik Parkir dan Transportasi Umum yang Bisa Digunakan
“Moment tersebut bisa menjadi moment yang mengharukan dan membanggakan bagi mereka, untuk itu kami membuka penjualan 100 tiket senilai Rp 497 masuk ke dalam tribun stadion utama GBK dari gate 30-31,” kata Ramon.
Ramon berharap promo yang diberikan BTN saat HUT Jakarta dapat menjadi daya tarik tambahan selama event BTN Jakim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








