Asian Games: Gagal Raih Satupun Kemenangan, Timnas Basket Putra Indonesia Angkat Koper Sebelum Upacara Pembukaan

AKURAT.CO, Langkah Tim Nasional (Timnas) Bola Basket 5x5 Indonesia Putra di panggung Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi terhenti.
Skuad Merah Putih harus menyudahi perjalanannya lebih awal usai menelan kekalahan ketiganya di laga pamungkas Pool A Asian Games kontra Arab Saudi dengan skor ketat 89-100 di Aichi International Arena, Jepang, Minggu (13/9/2026) sore.
Hasil minor ini melengkapi dua kekalahan telak Indonesia di laga sebelumnya, yakni saat dilibas tuan rumah Jepang 53-98 dan ditekuk Korea Selatan 48-102. Dengan hasil tersebut, Indonesia terbenam di dasar klasemen Pool A Asian Games sebagai juru kunci.
Uniknya, ada fun fact menarik sekaligus getir di balik hasil ini. Mengingat jadwal penyisihan cabor basket pool A yang bergulir lebih awal, skuad Garuda putra dipastikan harus angkat koper dan pulang ke Tanah Air bahkan sebelum upacara pembukaan (opening ceremony) Asian Games 2026 resmi digelar pada 19 September mendatang.
Baca Juga: Asian Games: Bus Atlet Telat 41 Menit, Timnas Basket Putra Indonesia 'Semprot' Panitia
Beda dari dua laga awal, duel melawan Arab Saudi berjalan sengit sejak kuarter pertama. Sama-sama berambisi mengemas satu kemenangan hiburan sebelum pulang, kedua tim saling kejar-mengejar angka dalam tempo tinggi.
Sayang, pertahanan Indonesia kembali kendur di menit-menit krusial hingga harus mengakui keunggulan lawan.
Pelatih Kepala Timnas Basket Putra, David Singleton, tak menutupi rasa kecewanya atas pencapaian ini. Pria yang akrab disapa Coach Dave tersebut mengakui bahwa performa anak asuhnya berada jauh di bawah potensi yang sebenarnya.
"Sayangnya, kami tidak bisa menunjukkan jati diri yang sesungguhnya hingga pertandingan terakhir melawan Arab Saudi. Ini bukanlah standar yang ingin kami tetapkan di level tim nasional. Kami menilai hasil ini sebagai sebuah kegagalan," kata Coach Dave.
Coach Dave menegaskan bahwa timnya tidak ingin mencari alasan atas hasil buruk di Jepang. Namun, ia menyayangkan mepet-nya masa persiapan dan minimnya waktu kebersamaan skuad Asian Games yang membuat proses adaptasi berjalan lambat.
"Jujur kami membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding dan waktu kebersamaan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







