FP1 Moto3 Katalonia: Awal Berat Veda Ega Pratama, Hakim Danish Unjuk Gigi

AKURAT.CO, Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengawali rangkaian Moto3 Katalonia 2026 dengan tantangan yang cukup berat.
Dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Katalonia yang berlangsung di Circuit de Barcelona-Catalunya, Barcelona, Spanyol, Jumat (15/5/2026) siang WIB, Veda Ega Pratama harus puas menyudahi sesi di luar posisi 20 besar.
Rider andalan Honda Team Asia ini mencatatkan waktu lap terbaik satu menit 50,142 detik. Hasil tersebut menempatkan pembalap asal Gunungkidul itu berada di peringkat ke-23 pada lembar catatan waktu.
Memulai hari pertama Moto2 Katalonia di sirkuit sepanjang 4,6 kilometer tersebut, Veda Ega Pratama tampaknya masih berfokus penuh untuk menemukan basis set-up motor Honda NSF250RW miliknya.
Karakter trek di Katalonia yang memiliki lintasan lurus panjang dikombinasikan dengan tikungan-tikungan cepat memang menuntut keseimbangan motor yang sangat presisi.
Kendati mengawali akhir pekan dari posisi bawah, hasil FP1 ini baru menjadi pemanasan awal bagi Veda untuk mengumpulkan data penting sebelum ia tampil lebih menyerang pada sesi practice yang krusial sore nanti.
Nasib serupa juga dialami oleh rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani. Pembalap asal Jepang tersebut menguntit tepat di belakang Veda di posisi ke-24 dengan catatan waktu satu menit 50,242 detik.
Veda terpaut 2,664 detik dari pembalap tercepat di sesi ini, Hakim Danish, yang mengendarai motor milik tim AEON Credit - MT Helmets - MSI. Danish keluar sebagai yang tercepat di sesi FP1 dengan torehan waktu fantastis satu menit 47,478 detik.
Pembalap jagoan Leopard Racing, Adrian Fernandez, menempel ketat di posisi kedua dengan selisih 0,201 detik. Sementara itu, posisi tiga besar dilengkapi oleh pembalap muda Spanyol berbakat lainnya, Alvaro Carpe, dari tim Red Bull KTM Ajo.
Sesi FP1 kali ini juga memperlihatkan persaingan yang sangat ketat di lini tengah, di mana jarak antar-pembalap dari posisi keempat hingga sepuluh besar berada di kisaran satu detik dari sang pemimpin sesi.
Meski mengawali akhir pekan di posisi ke-23, peluang Veda Ega Pratama untuk merangsek ke barisan depan masih terbuka lebar. Namun, tim mekanik Honda Team Asia harus langsung mengevaluasi data telemetri dari sesi FP1 ini untuk memberikan peningkatan performa pada motor Veda.
Veda akan kembali turun ke lintasan untuk melakoni sesi Practice pada pukul 18.15 WIB. Sesi tersebut akan menjadi sangat penting karena catatan waktunya akan mulai dihitung untuk menentukan kelolosan langsung ke babak Kualifikasi Kedua (Q2) hari Sabtu besok.
Hasil 10 Besar Free Practice 1 (FP1) Moto3 Katalonia 2026
Hakim Danish (MT Helmets - MSI) – 01:47.478
Adrian Fernandez (Leopard Racing) +0.201
Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) +0.230
Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) +0.702
Adrian Cruces (CIP Green Power) +0.853
Marco Morelli (CFMOTO Aspar Team) +0.988
Joel Kelso (GRYD - MLav Racing) +1.024
Jesus Rios (Rivacold Snipers) +1.031
Ryusei Yamanaka (MT Helmets - MSI) +1.032
Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) +1.106
Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) +2.664
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








