Apa Itu Interval Training dalam Olahraga Lari? Ini Cara dan Manfaatnya

AKURAT.CO Interval training adalah metode latihan yang menggabungkan periode berlari dengan intensitas tinggi dan periode pemulihan dengan intensitas lebih rendah. Metode ini dapat membantu meningkatkan daya tahan, kecepatan, dan kemampuan tubuh dalam mengatur tenaga saat berlari.
Baca Juga: Tanda Harus Berhenti Berlari Saat Marathon: Jangan Abaikan 10 Sinyal Tubuh Ini
Pengertian Interval Training
Interval training merupakan latihan yang dilakukan dengan membagi aktivitas lari menjadi beberapa interval. Setiap interval terdiri dari fase berlari dengan intensitas tertentu dan fase pemulihan, seperti berjalan atau jogging ringan. Intensitas dan durasi setiap interval dapat disesuaikan dengan kemampuan serta tujuan latihan.
Contoh Interval Training untuk Pemula
Pemula dapat memulai dengan pola sederhana agar tubuh tidak menerima beban terlalu berat. Misalnya, lakukan jogging ringan selama beberapa menit, kemudian berlari lebih cepat selama 30 detik dan dilanjutkan dengan berjalan atau jogging ringan selama 1–2 menit. Pola tersebut dapat diulang beberapa kali sesuai kemampuan.
Manfaat Interval Training
Interval training dapat membantu meningkatkan kapasitas kardiorespirasi dan kemampuan tubuh mempertahankan kecepatan. Latihan ini juga dapat membuat sesi olahraga lebih bervariasi sehingga tidak terasa monoton. Jika dilakukan secara teratur dan sesuai kemampuan, interval training dapat membantu pelari meningkatkan performa secara bertahap.
Perbedaan Interval Training dan Lari Biasa
Lari biasa umumnya dilakukan dengan kecepatan yang relatif stabil selama sesi latihan. Sementara itu, interval training melibatkan perubahan intensitas antara periode cepat dan periode pemulihan. Perubahan intensitas tersebut membuat tubuh mendapatkan rangsangan latihan yang berbeda dibandingkan lari dengan kecepatan konstan.
Baca Juga: Program Latihan Lari 10K untuk Pemula
Tips Melakukan Interval Training dengan Aman
Sebelum memulai interval training, lakukan pemanasan terlebih dahulu. Mulailah dengan interval yang ringan dan jangan langsung menggunakan kecepatan maksimal. Berikan waktu pemulihan yang cukup di antara interval dan tingkatkan intensitas secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Jika muncul nyeri yang tidak biasa, hentikan latihan dan berikan tubuh waktu untuk beristirahat.
Interval training merupakan metode lari yang menggabungkan periode berlari cepat dengan periode pemulihan. Latihan ini dapat membantu meningkatkan daya tahan dan kecepatan jika dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan.
Bagi pemula, sebaiknya mulai dengan interval sederhana, melakukan pemanasan, dan meningkatkan intensitas secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik.
Caesaria (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





