Program Latihan Lari untuk Kembali Olahraga Setelah Vakum

AKURAT.CO Program latihan lari untuk kembali olahraga setelah vakum perlu dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat kembali beradaptasi dengan aktivitas fisik.
Setelah lama tidak berolahraga, kemampuan daya tahan dan kekuatan tubuh mungkin tidak sama seperti sebelumnya. Karena itu, sebaiknya jangan langsung berlari dengan jarak atau intensitas tinggi.
Program yang ringan dan konsisten dapat membantu membangun kembali kebugaran sekaligus mengurangi risiko cedera.
Baca Juga: Apa Itu Interval Training dalam Olahraga Lari? Ini Cara dan Manfaatnya
Mulai dengan Jalan Kaki
Pada minggu pertama, jangan terburu-buru melakukan lari jarak jauh. Mulailah dengan berjalan kaki selama 20–30 menit untuk membiasakan tubuh kembali aktif. Jika tubuh terasa nyaman, tambahkan beberapa menit jogging ringan di sela-sela berjalan.
Gunakan Metode Jalan dan Jogging
Setelah tubuh mulai beradaptasi, gunakan kombinasi jalan kaki dan jogging. Contohnya, lakukan jogging ringan selama 1–2 menit kemudian berjalan selama 2–3 menit. Ulangi pola tersebut selama sekitar 20–30 menit. Durasi jogging dapat ditambah secara perlahan ketika tubuh sudah terasa lebih kuat.
Tingkatkan Durasi Secara Bertahap
Jangan langsung mengejar jarak seperti sebelum berhenti olahraga. Fokus terlebih dahulu pada durasi dan kemampuan berlari tanpa merasa terlalu kelelahan. Setelah beberapa sesi berjalan dengan nyaman, durasi jogging dapat ditingkatkan sedikit demi sedikit.
Berikan Waktu Istirahat
Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah kembali berolahraga. Bagi yang baru mulai lagi, latihan lari dapat dilakukan sekitar 2–3 kali seminggu dengan hari istirahat di antaranya. Istirahat yang cukup membantu tubuh beradaptasi dengan beban latihan baru.
Baca Juga: Program Latihan Lari 10K untuk Pemula
Lakukan Pemanasan dan Pendinginan
Sebelum berlari, lakukan pemanasan dengan berjalan atau gerakan dinamis selama beberapa menit. Setelah selesai, turunkan intensitas secara perlahan dengan berjalan santai. Kebiasaan ini membantu tubuh melakukan transisi dari kondisi aktif menuju kondisi istirahat.
Dengarkan Kondisi Tubuh
Rasa lelah ringan setelah berolahraga merupakan hal yang wajar, tetapi jangan memaksakan diri jika muncul nyeri yang tajam atau tidak biasa. Jika tubuh terasa terlalu lelah, kurangi intensitas atau berikan waktu istirahat tambahan. Konsistensi lebih penting daripada memaksakan target jarak dalam waktu singkat.
Kembali berolahraga setelah vakum membutuhkan proses yang bertahap dan tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru.
Mulailah dari jalan kaki, lanjutkan dengan kombinasi jalan dan jogging, kemudian tingkatkan durasi secara perlahan.
Dengan latihan yang konsisten, istirahat yang cukup, dan memperhatikan kondisi tubuh, kebugaran dapat dibangun kembali dengan lebih aman.
Caesaria (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





