Lahir di Belanda Besar di Spanyol, Jordi Cruyff Merasa Senasib dengan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

AKURAT.CO, Penasihat Teknis PSSI, Jordi Cruyff, merasa memiliki kesamaan dengan deretan pemain diaspora Timnas Indonesia. Cruyff menyebut ia mengalami hal yang sama dengan Jay Idzes dan kolega.
Jordi Cruyff merasakan bagaimana dirinya berada jauh dari kampung halamannya. Sebagai putra legenda sepakbola Belanda, Johan Cruyff, Jordi menghabiskan masa mudanya di Spanyol.
Sebab memang sang ayah merupakan legenda dari tim raksasa Spanyol, Barcelona. Jordi yang lahir di Amsterdam, Belanda, menghabiskan waktu di Spanyol.
Bahkan dia mendapat tawaran untuk membela dua negara, yakni Belanda dan Spanyol U-21. Namun pada akhirnya dia memutuskan membela Timnas Belanda sebagai negara kelahirannya.
Hal ini yang kini dirasakan oleh Jay Idzes dan para pemain diaspora lainnya. Meski sempat membela negara lain, namun mereka kini akhirnya kembali membela Timnas Indonesia.
"Pengalaman saya sangat mirip, saya sering main di Spanyol tapi membela Timnas Belanda," ucap Jordi Cruyff di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/25).
"Saya relate dengan pemain timnas yang tinggal dan bermain di negara lain, tapi memutuskan membela Timnas Indonesia."
Jordi menilai pemain diaspora datang memang karena keinginan untuk membuat bangga bangsa Indonesia. Sebab mereka merasa ada darah leluhur yang mengalir dalam diri mereka.
Baca Juga: Sering Berpindah-pindah Negara, Jordi Cruyff Mengaku tak Sulit Beradaptasi dengan Indonesia
"Saya rasa, para pemain (diaspora) ingin datang ke sini untuk membuat negara bangga. Saya rasa itu adalah hal yang sangat indah dan perlu dihormati, karena itu adalah hal luar biasa ketika pemain ingin membela negara leluhurnya," ucap pria 51 tahun ini.
Sebagai Penasihat Teknis PSSI, Jordi Cruyff akan fokus membangun sepakbola Indonesia Indonesia dalam lima aspek.
Mulai dari memastikan kualitas dan konsitensi pelatih di berbagai kelompok usia Timnas Indonesia hingga memasukkan pendekatan lebih terstruktur dan modern untuk memperbaiki filosofi sepakbola Indonesia.
Selain itu, juga berkolaborasi dengan Patrick Kluivert untuk optimalisasi strategi prestasi Timnas Indonesia, reformasi metodologi pelatihan, dan memberikan usulan teknis ke PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN), plus terlibat proses penentuan Direktur Teknik PSSI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





