Jan Olde Riekerink: Saya Kenal Simon Tahamata, Dia Bagus dengan Pemain Muda di Ajax

AKURAT.CO, Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyambut baik kedatangan Simon Tahamata sebagai kepala pemandu bakat sepakbola nasional.
Jan Olde Riekerink mengaku mengenal sosok Simon Tahamata. Dia menyebut Tahamata adalah sosok yang bagus dan diyakini bisa memberi perubahan untuk sepakbola Indonesia, khususnya untuk pemain-pemain muda.
"Saya kenal Simon (Tahamata) karena saya dulu head of youth (Ajax Amsterdam)," kata Jan Olde dalam konferensi pers di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Jumat (23/5).
Baca Juga: Resmi, PSSI Kontrak Simon Tahamata sebagai Kepala Pemandu Bakat Sepakbola Nasional
"Dia orang baik, punya kepribadian baik, pemain bagus, kalian akan tahu sendiri, terbuka orangnya, menyenangkan, selalu bagus dengan pemain muda seperti di Ajax."
PSSI memang baru saja mengumumkan Simon Tahamata bergabung ke staf kepelatihan Timnas Indonesia untuk posisi kepala pemandu bakat sepakbola nasional.
Simon Tahamata adalah legenda sepakbola Ajax Amsterdam dan Tim Nasional Belanda. Tahamata akan bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan merekrut talenta potensial baik dari dalam negeri maupun diaspora Indonesia di luar negeri, khususnya di Belanda.
Dia akan bekerja sama erat dengan pelatih Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, Nova Arianto untuk memastikan keberlanjutan, kualitas, serta perkembangan Timnas dan sepakbola Indonesia.
Belum diketahui berapa lama Simon Tahamata akan bekerja untuk Indonesia. Tetapi ia akan datang akhir Mei 2025.
Pelatih yang memiliki nama lengkap Simon Melkianus Tahamata itu diketahui memiliki darah Maluku kelahiran Vught, Belanda, 26 Mei 1956.
Baca Juga: Jan Olde Riekerink Sebut Bermain Sabar Kunci Dewa United Bungkam Persita Tangerang
Tahamata pernah membela Timnas Belanda pada tahun 1979 hingga 1986. Dia melakukan debutnya untuk Belanda pada 22 Mei 1979 di Bern, Swiss, dalam pertandingan ulang tahun FIFA ke-75 melawan Argentina.
Dari 22 penampilan bersama Belanda, dia mampu mencetak dua gol. Sebagai pemain sayap atau winger, Simon Tahamata memulai karir sepak bolanya di klub TSV Theole pada 1967-1971.
Kemudian bergabung dengan tim junior Ajax, Belanda hingga 1975. Pada musim 1975-1976, Simon masuk ke tim utama Ajax dan bermain hingga 1980.
Debutnya bersama klub saat Ajax-FC menang 7-0 dari Utrecht pada 24 Oktober 1976. Ia tercatat memainkan total 149 pertandingan dengan mencetak 17 gol dan 33 assist.
Bersama klub Ajax, Simon bisa dikatakan sebagai puncak kariernya karena memenangkan 3 kali Liga Belanda, yakni pada 1976/1977, 1978/1979 dan 1979/1980.
Ia juga menyumbangkan satu kali Piala KNVB pada 1978/1979 dan berhasil mencapai semifinal turnamen Piala Eropa I pada 1979–1980.
Pada 14 Juli 1980 Simon Tahamata bergabung dengan Standard Liege. Dengan tim ini ia memenangkan dua kali Liga Belgia (1981/1982, 1982/1983) dan 1 kali Piala Belgia (1981).
Kemudian mencapai final Piala Eropa II pada 1981-1982. Ia juga mencetak 40 gol dalam 129 pertandingan di salah satu periode tersukses dalam sejarah klub. Saat di Belgia, Simon Tahamata pernah meraih Man of the Season (Belgian First Division) dan Belgian Fair Play Award.
Pada 1984, Simon Tahamata kembali ke Belanda dan bermain untuk Feyenoord. Tiga tahun berikutnya, ia kembali berlaga di kompetisi Belgia, bermain untuk Beerschot dan Germinal Ekeren.
Bersama Germinal, ia berhasil mencapai final piala Belgia 1994–1995. Lalu pensiun sebagai pemain sepak bola pada 1996.
Seusai pensiun sebagai pemain, Simon Tahamata meneruskan karier menjadi pelatih academy atau usia muda di Ajax Amsterdam, Standar Liege, Beerschot, dan Al Ahli.
Sejak September 2015, selain bertugas di Ajax, Simon Tahamata juga memiliki akademi sepak bola, Simon Tahamata Soccer Academy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







