Apa yang Tak Diketahui Alex Pastoor Soal 'Ekspektasi' Suporter Timnas Indonesia

AKURAT.CO, Alex Pastoor tampaknya adalah orang pertama dari staf kepelatihan Patrick Kluivert yang bicara ke publik mengenai kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Asisten Patrick Kluivert di Timnas Indonesia tersebut bicara dalam sebuah program bincang di stasiun televisi Belanda, Ziggo Sport, yang ditayangkan pada Selasa (21/10).
Di hadapannya ada legenda Timnas Belanda seperti Marco Van Basten, Rafael Van Der Vaart, dan Wesley Sneijder.
Salah satu pernyataan Alex Pastoor yang membuat publik Indonesia agak kesal dalam bincang-bincang itu adalah bahwa eks Pelatih Almere City dan Sparta Rotterdam tersebut menyebut tidak logis bagi Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Alex Pastoor: Sebagai Negara Peringkat 119 Dunia, Tak Logis Timnas Indonesia ke Piala Dunia
Alasannya karena Timnas Indonesia berada di ranking 119 dunia menghadapi Arab Saudi dan Irak dengan ranking yang berada jauh di atas pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pun demikian, dari cara bicaranya, tampak juga bahwa Pastoor tak mengetahui secara lengkap situasi yang dihadapinya ketika pertamakali menyepakati pekerjaan menjadi asisten Kluivert awal tahun ini.
Yakni, Pastoor tak menyadari emosi suporter Indonesia dalam transisi kepelatihan Timnas Indonesia disebabkan pemecatan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong.
Ketidaktahuan itu terindikasi ketika Pastoor menyebut bahwa “antusiasme” masyarakat Indonesia berubah menjadi harapan lolos ke Piala Dunia pasca Kluivert membawa Garuda ke putaran keempat dengan mengalahkan Bahrain dan China.
Baca Juga: Tonton Video Timnas Indonesia vs Kuwait, Alex Pastoor Tak Sabar Tunggu FIFA Matchday September
Padahal, keinginan untuk lolos ke Piala Dunia itu justru sudah muncul ketika Indonesia mengalahkan Arab Saudi 2-0 di laga terakhir Shin Tae-yong pada November tahun lalu.
“Ada antusiasme besar di sana terhadap sepakbola dan pada awalnya juga terhadap kehadiran kami. (Membuat kami) semacam memberi jaminan bahwa kami akan berhasil,” kata Pastoor.
“Apa yang tentu saja menarik adalah bahwa antusiasme besar itu dengan cepat berubah menjadi ekspektasi. Dan itu tidak nyata. Anda harus bisa mengalahkan negara-negara (Arab Saudi dan Irak) ini dan kami (bermain) relatif ketat. Tetapi, ya, ini bukan potongan kue.”
Rafael Van Der Vaart lebih kritis merespons argumen Pastoor. Ia menyiratkan bahwa Kluivert tidak cukup pengalaman untuk menjadi pelatih yang bisa membawa sebuah negara seperti Indonesia ke Piala Dunia.
“Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap Anda, Anda butuh Kluivert punya (pengalaman) pekerjaan di banyak klub besar. Dan sebelumnya Anda akan bilang ‘saya ingin menjadi pelatih di tempat yang saya tidak tahu, dan saya kira Anda pelatih di lapangan yang hebat, saya butuh itu. Itu adalah kombinasi yang hebat',” kata Van Der Vaart.
“Ini bukan untuk merugikan Patrick, ini soal mengetahui apa yang Anda bisa dan yang Anda tidak bisa. Dan dia punya nama besar dan ya, tidak ada yang salah dengan itu. Kamu mengertilah apa yang ingin saya katakan.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







