Timnas Indonesia Dikabarkan Incar Pemain Naturalisasi Baru, Erick Thohir Sebut Belum Pasti

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI Erick Thohir merespons isu yang menyebut Timnas Indonesia berpotensi kembali menambah pemain naturalisasi dari Eropa setelah proses perpindahan kewarganegaraan Luke Vickery dan Mitchell Baker memasuki tahap akhir.
Menurut Erick Thohir, hingga saat ini dirinya belum menerima dokumen resmi yang dapat dijadikan dasar untuk memberikan keterangan terkait kabar tersebut.
Karena itu, ia memilih menunggu informasi yang lebih jelas sebelum menyampaikan pernyataan kepada publik.
"Saya belum dapat black and white-nya," kata Erick Thohir saat ditemui di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Saat ini, proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker terus berjalan. Keduanya telah memperoleh persetujuan dari Komisi X dan Komisi III DPR RI sehingga tinggal menunggu pengesahan dalam rapat paripurna DPR.
Setelah itu diikuti penerbitan Keputusan Presiden sebelum resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Terkait munculnya informasi mengenai kemungkinan adanya tambahan pemain dari Jerman dan Belanda yang akan dinaturalisasi, Erick belum ingin memberikan konfirmasi maupun bantahan.
Ia menegaskan bahwa setiap langkah yang berkaitan dengan program naturalisasi harus didasarkan pada dokumen dan kajian yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Kembali, saya tidak mau membuat statement sebelum saya mendapatkan black and white," ujarnya.
Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa arah kebijakan naturalisasi Timnas Indonesia juga akan disesuaikan dengan kebutuhan tim yang dirancang pelatih kepala John Herdman.
Karena itu, ia masih menunggu pemaparan langsung dari Herdman mengenai peta jalan pengembangan skuad Garuda dalam jangka panjang, termasuk kebutuhan pemain di berbagai posisi.
"Saya mau dengar dari Coach John langsung seperti apa strateginya, dan tentu saya harus laporkan ke Pemerintah, Pak Presiden, bahwa strategi jangka panjang Timnas Indonesia seperti ini," tutur Erick.
Menurut Erick, koordinasi antara PSSI dan pemerintah menjadi hal penting dalam menjalankan program penguatan Timnas Indonesia, termasuk apabila nantinya terdapat rekomendasi untuk menambah pemain naturalisasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan prestasi sepakbola nasional.
Dukungan tersebut disampaikan saat John Herdman berkesempatan bertemu langsung dengan Presiden untuk memaparkan rencana besar pembangunan Timnas Indonesia ke depan.
"Apalagi kemarin Coach John sudah bertemu Bapak Presiden langsung, dan Bapak Presiden menanyakan, 'apa strategi besarnya? Dan di mana posisi PSSI dan Pemerintah untuk mendukung?'," ungkap Erick.
Dalam pertemuan tersebut, kata Erick, Presiden menegaskan komitmennya untuk mendukung program yang bertujuan membawa Timnas Indonesia semakin kompetitif di level internasional.
"Dan Bapak Presiden bilang, 'saya dukung sepenuhnya.' Nah itu, tinggal nanti sinkronisasi birokrasi lagi," kata Erick.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







