UEFA-Concacaf-AFC Kompak Minta Gianni Infantino Mundur Melalui Surat Terbuka

AKURAT.CO, Tiga konfederasi sepakbola benua mengeluarkan surat terbuka yang meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, mundur dari jabatannya. Mereka menyatakan hilang kepercayaan terhadap Infantino.
Tiga konfederasi tersebut adalah UEFA (Eropa), Concacaf (Amerika Utara-Tengah dan Karibia), serta AFC (Asia). Dalam suratnya, mereka menyerukan “kepemimpinan yang melayani sepakbola dan tidak untuk menguasainya”.
Surat yang ditandatangani oleh Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, Presiden AFC, Sheikh Salman Bin Ibrahim, dan Presiden Concacaf, Victor Montagliani itu juga menuduh Infantino “merusak kepercayaan melalui penipuan.”
“Kepemimpinan dalam sepakbola bukanlah kepemilikan. Ini bukan soal memegang–atau meminta–kekuasaan untuk dipegang. Ini adalah sebuah tugas pelayanan kepada keluarga sepakbola yang memercayakannya,” tulis surat tersebut dipetik dari The Guardian.
“Ketika kepercayaan dirusak melalui penipuan, ketika seorang individu menempatkan dirinya di atas kolektif yang mempercayakannya dengan otoritas, tugas itu sudah diabaikan.”
Surat bersama ini merupakan susulan polemik proposal pelepasan saham Piala Dunia kepada pihak swasta yang diketahui beberapa pekan lalu. Melalui proposal dengan nama FIFA Forward Enterprise (FFE) itu, Infantino dianggap telah melanggar garis batas “independensi” FIFA.
Infantino kemudian membatalkan FFE dan melakukan rapat darurat bersama stafnya di Rabat, Maroko, 5 Mei lalu. Hasil rapat tersebut menyatakan bahwa staf FIFA bertahan dengan Infantino sebagai presiden.
Keputusan tersebut juga tak luput dari kritik surat bersama UEFA-Concacaf-AFC. Mereka mempersoalkan sikap staf FIFA yang bahkan tak menyatakan bahwa proposal FFE merupakan kesalahan yang sangat mendasar.
“Ketiadaan pengakuan bahwa usaha menjual saham Piala Dunia adalah kegagalan penilaian yang mendalam–tidak saja kesalahan langkah prosedural, tetapi pelanggaran kepercayaan fundamental dengan FIFA yang ada untuk melayani,” bunyi surat pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, surat bersama tersebut membuka peluang boikot anggota-anggota negara mereka–terutama UEFA–di turnamen yang digelar FIFA. Boikot terdekat bisa terjadi pada Piala Dunia U-20 Putri yang bakal digelar di Polandia, 5-27 September 2026.
Sebelumnya, FIFA menuduh sejumlah media melakukan “orkestrasi” untuk menjatuhkan Infantino. FIFA juga membantah tuduhan bahwa Infantino memberikan “uang tolak” kepada seseorang yang disebut kekasihnya semasa bekerja untuk UEFA pada periode 2000-2016.
Beberapa negara sudah menyatakan diri akan mendukung Infantino pada pemilihan Presiden FIFA yang bakal digelar pada kongres di Rabat, Maret mendatang. Di antaranya adalah Meksiko, Argentina, dan juga Indonesia.
Adapun Presiden Federasi Sepakbola Norwegia, Lise Klaveness, adalah pejabat anggota FIFA pertama yang secara resmi meminta Infantino mundur dari jabatannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







