Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City

AKURAT.CO, Namanya Rui Pinto. Lahir di Vila Nova De Gaia, Portugal, 20 Oktober 1988. Orang inilah yang mengguncang sisi gelap operasi sepakbola dunia termasuk isu terakhir soal pelanggaran lebih dari 100 kasus regulasi finansial yang dilakukan Manchester City.
Rui Pinto adalah Julian Assange-nya sepakbola. Jika Julian Assange menciptakan WikiLeaks sebagai platform untuk membocorkan data-data rahasia, maka Rui Pinto punya Football Leaks.
Rui Pinto adalah bocah normal dengan rambut "spiky" penggila komputer lulusan Universitas Porto. Ia meluncurkan Football Leaks pada 2015 dengan dokumen awal yang ia lepas ke publik berkaitan dengan dua klub raksasa negaranya: Benfica dan Porto.
Seorang jurnalis Portugal, Antonio Varela, adalah orang pertama yang dikontak Pinto pada 2015. Ketika itu, Pinto masih menggunakan nama samaran John sebagai seorang "hacker."
Baca Juga: Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
"Itu adalah hari biasa pada September 2015
Saya ada di ruang redaksi (harian olahraga Portugal) Record dan saya mendapatkan surat elektronik dari Football Leaks," kata Antonio Varela dipetik BBC.
"Itu aneh. Kemudian saya pergi ke situsnya (Football Leaks), dan saya tidak percaya ada banyak informasi yang Anda belum pernah dengar atau baca. Kami menciptakan kesimpulan bahwa ini sangat, sangat penting."
Tiga tahun kemudian, Pinto bersedia bertemu dengan jurnalis media Jerman Der Spiegel, Rafael Buschmann. Sejurus ia memercayai Buschmanm, Pinto memberikan jutaan dokumen kepada sang jurnalis.
Pertemuan itu menghasilkan laporan pertama yang menyebut ratusan pelanggaran yang dilakukan Manchester City yang kemarin, Jumat (25/8/2026), dinyatakan bersalah.
Akan halnya Assange, kerja Rui Pinto menimbulkan konsekuensi hukum. Pada Januari 2019, ia ditangkap di Budapes, Hungaria, atas permintaan aparat hukum Portugal dengan tuduhan pemerasan dan mengakses informasi secara ilegal.
Salah satu jurnalis data Der Spiegel yang terlibat dalam laporan skandal Manchester City, Christoph Winterbach, menemui Pinto di penjara saat menantikan sidang di Lisbon, Portugal, pada 2019.
=====
"Dia adalah salah seorang peniup peluit (whistleblower) yang terbaik di Eropa dan mungkin dunia," kata Christoph Winterbach.
Pada 2023, pengadilan Portugal memberikan hukuman percobaan selama empat tahun kepada Pinto. Ia dibebaskan dari kurungan dengan pengecualian tak melakukan pelanggaran selama masa percobaan.
Di Portugal, Pinto dilihat dalam dilema: pencuri data atau penyebar fakta. Pria berusia 37 tahun tersebut tercatat sudah menyebarkan sebanyak tiga bit tera data kepada media di Eropa. Data tersebut setara 3.000 kali ensiklopedia Britannica.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





