Rahmad Darmawan Minta Timnas Indonesia Tak Larut dengan Aksi Suporter Sebut Nama Shin Tae-yong

AKURAT.CO, Laga Timnas Indonesia kontra Malaysia juga diwarnai teriakan sebagian penonton yang menyebut nama eks pelatih Garuda, Shin Tae-yong (STY), setelah pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026).
Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, menilai respons seperti itu tidak tepat karena para pemain baru saja berjuang keras mempertahankan hasil pertandingan setelah bermain dengan sepuluh orang.
Sementara mantan Pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan meminta pemain dan pelatih tidak larut dalam reaksi negatif yang muncul dari sebagian suporter. Menurutnya, berbagai respons tersebut sebaiknya dijadikan bahan motivasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Timnas Indonesia sendiri harus menjalani sebagian besar pertandingan dengan sepuluh pemain saat menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Baca Juga: Indra Sjafri: Saya Kasih 7,5 untuk Mental Timnas Indonesia, Sistem Permainan 6
Kartu merah yang diterima Thom Haye pada menit ke-37 membuat Indonesia harus mengubah pendekatan permainan. Meski berada dalam situasi sulit, skuad Garuda mampu mempertahankan skor 0-0 hingga pertandingan berakhir.
Rahmad Darmawan menilai bahwa perjuangan para pemain dalam kondisi tersebut layak mendapatkan apresiasi. Menurutnya, perubahan strategi merupakan konsekuensi yang sulit dihindari ketika sebuah tim harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
“Overall permainan Timnas bagus, sejak awal mengambil inisiatif serangan hingga terjadi kartu merah. Dalam kondisi tertinggal jumlah pemain, strategi pelatih berkapasitas dunia pun pasti akan berubah,” kata Coach RD-sapaan akrab Rahmad Darmawan-saat dihubungi pada Selasa (29/9/2026).
Rahmad Darmawan melihat Timnas Indonesia mampu menunjukkan permainan yang baik sebelum insiden kartu merah. Indonesia disebut mampu mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan sebelum situasi di lapangan memaksa tim mengubah rencana.
Setelah kehilangan satu pemain, Rahmad menilai keputusan untuk bermain lebih bertahan menjadi pilihan yang wajar. Terlebih, Malaysia memiliki pemain dengan kecepatan yang bisa menyulitkan pertahanan Indonesia.
“Apalagi dengan sepuluh pemain, tidak salah jika bermain dengan low block untuk meredam kecepatan pemain Malaysia,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








