Ikut Rebut Gelar Liga Primer 2011-2012, Micah Richards Kecewa Berat dengan Pelanggaran Man City

AKURAT.CO, Mantan pemain Manchester City, Micah Richards, mengaku kecewa berat dengan kasus pelanggaran regulasi keuangan yang menimpa eks klubnya itu. Terutama karena Richards terlibat dalam gelar juara pada periode pelanggaran terjadi.
“Laporan itu merisaukan,” kata Micah Richards dipetik dari BBC. “Saya membaca kata-kata yang digunakan Liga Primer dengan istilah ‘kontrak palsu’ dan saya merasa benar-benar kecewa.”
Micah Richards pantas menjadi salah satu yang terpukul dengan laporan 114 pelanggaran regulasi keuangan yang dilakukan Manchester City. Pasalnya, Richards adalah pemain binaan City dan termasuk dalam skuad peraih gelar Liga Primer Inggris 2011-2012 yang bersejarah.
“Saya sudah berada di klub sejak usia 14 tahun, saya bersedia mati untuk klub. Saya mencapai impian saya di Manchester City, tetapi kemudian saya mendengar laporan ini, dan bukan hanya saya sebagai seorang mantan pemain, tetapi juga pendukung, dengan apa yang sudah mereka lewati, jelas kecewa,” kata Richards.
Baca Juga: Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
Richards yang bermain untuk City pada periode 2005-2015 itu mengisahkan pengalaman menyedihkan ketika eks pemilik kos tempat ia tinggal semasa di akademi menanyainya soal kasus pelanggaran klubnya.
Menurut Richards, pemilik kos tersebut adalah orang tua yang sudah mendukung The Citizens selama 60 tahun. Richards mengaku tak bisa menjelaskan apapun sekalipun ia berada di klub dalam periode pelanggaran terjadi.
“Bapak kos saya, dia menelepon saya dan dia benar-benar menangis dan menanyai saya informasi, yang saya tidak tahu. Saya tidak punya jawaban untuk memberitahunya,” ucap Richards.
“Itu adalah seseorang yang mendukung klub selama 60 tahun dan ketidakpastian soal (pelanggaran) ini membuat patah hati.”
City dinyatakan bersalah melakukan 114 pelanggaran regulasi keuangan yang berupa pemalsuan nilai pemasukan sponsor pada periode 2009-2014. Periode itu menandai pengambilalihan klub tersebut oleh saudagar Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour.
Beberapa praktik penyelewengan yang dilakukan adalah pelaporan pemasukan dari sponsor yang digelembungkan demi bisa membeli pemain bintang. Didapati bahwa dana tersebut tidak berasal dari sponsor melainkan dana pemilik klub yang bersumber dari perusahaan milik negara Uni Emirat Arab.
City berpotensi kehilangan seluruh gelar yang mereka raih pada periode 2009-2018 di mana di antaranya adalah tiga gelar Liga Primer. Mereka juga bisa diturunkan ke kasta yang lebih rendah dari Liga Primer Inggris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






