Tangis Histeris dan Kekecewaan Keluarga Bintang Saat Datangi Ponpes Al Hanifiyah Kediri

AKURAT.CO Keluarga Bintang balqis Maulana, santri asal Banyuwangi yang tewas karena dianiaya oleh empat orang seniornya, baru saja mengunjungi Ponpes Al Hanifiyah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Selasa (27/2/2024).
Tangis histeris keluarga korban sudah tidak tertahankan ketika mereka mendatangi Ponpes Al Hanifiyah, tempat di mana Bintang mengalami kekerasan dan penyiksaan. Tentu saja, keluarga Bintang sangat sedih karena korban meninggal dengan cara yang cukup tragis.
Baca Juga: Santrinya Tewas Dianiaya Senior, Ini Kata Ponpes Al Hanifiyah Kediri
Kekecewaan keluarga juga terasa mendalam karena terlambat melaporkan kejadian meninggalnya korban kepada pihak pondok ponpes Al Hanifiyah. Mereka sangat tidak menyangka akan ada kejadian mengenaskan seperti ini di sebuah pondok pesantren yang cukup terkenal.
Bahkan, tangisan dan kekecewaan keluarga Bintang masih meluap begitu mereka bertemu dengan Pengasuh Ponpes Al Hanifiyah, yaitu Fatihunnada atau Gus Fatih.
Salah satu keluarga Bintang, Suryanto, yang juga memondokkan anaknya di ponpes ini mengaku tidak pernah menduga bahwa keponakannya akan meninggal dengan cara yang begitu tragis.
"Sedih, sedih sekali. Dan kita tidak ada harapan seperti ini. Karena Bintang anak saya, nyunat pun juga saya. Sedih, sedih sekali. Semua orang tua sedih," kata Suryanto sambil mengusap air matanya, dikutip Selasa (27/2/2024).
Tak hanya itu, Suryanto juga tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya dan perihnya Bintang ketika ia dianiaya oleh senior-seniornya itu. Ia juga menyesalkan kejadian kekerasan tersebut.
"Saya juga bayangin gimana sakitnya Bintang. Terlalu itu pak, kenapa kok bisa terlalu itu teman-temannya menghajar. Karena kalau faktor X itu kan dia harus dihantam dengan ilmu, bukan kekerasan seperti ini yang saya sesalkan," imbuh Suryanto.
Keluarga Bintang telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian setempat agar bisa mendapatkan keadilan. Selain itu, ia juga meminta Ponpes Al Hanifiyah untuk melakukan evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.
"Jalur hukum agar tetap berjalan, orang tuanya salahnya apa. Mungkin ada salah orang tua, sehingga Allah menegur begitu beratnya kepada kami. Keluarga saya, keluarga adik saya dan keluarga dari pondok agar lebih perhatian kepada anak-anak santri," harapnya.
Selain itu, mereka berharap dengan kejadian ini pihak ponpes dapat memperhatikan santri-santrinya. Namun, dia juga merasa menyesal mengapa para santri tidak segera memberikan laporan tentang kejadian kematian Bintang kepada pihak pondok pesantren.
“Saya berharap kejadian meninggalnya Bintang bisa membuat pihak ponpes lebih perhatian kepada para santrinya. Saya juga menyesalkan para santri yang tega menghajar Bintang,” pungkasnya.
Pesan Terakhir Bintang Sebelum Tewas oleh Seniornya
Sebelum tewas, Bintang sempat mengirimkan pesan kepada keluarganya di Afdeling Kampung Anyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi melalui WA.
Isi pesan tersebut mencakup permintaan untuk pulang dari pondok yang terletak di Kecamatan Mojo, Kota Kediri, dengan alasan bahwa Bintang merasa tidak mampu bertahan di sana.
Dalam pesannya kepada keluarga, Bintang menyatakan rasa ketakutannya, meskipun tidak menjelaskan secara rinci apa yang menjadi sumber ketakutannya.
"Cpet sini. Aku takut maaa. Maaa tolonggh. Sini cpettt jemput," ujar Bintang dalam pesan WhatsApp.
Keluarga tidak menyangka bahwa pesan tersebut merupakan pesan terakhir dari Bintang. Pada Sabtu (24/2/2024), Bintang kembali ke rumah, namun dengan kondisi tubuh yang kaku tidak bernyawa. Kepulangan Bintang meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga.
Baca Juga: VIRAL Pihak Pengacara Pelaku Beberkan Kronologi Penganiayaan Santri di Kediri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








