Lima Jenis Pajak Gagal Capai Target, PAD Jakarta Anjlok hingga Miliaran Rupiah

AKURAT.CO Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI, Lusiana Herawati, mencatat 5 jenis pajak Pemprov Jakarta dalam APBD 2024 gagal capai target. Alhasil, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak menurun drastis.
Realisasi pajak daerah hanya mencapai 98,82 persen dari target Rp44,98 triliun, atau sekitar Rp44,45 triliun. Lima jenis pajak tersebut, meliputi Pajak Rokok (98,22 persen), Pajak Air Tanah (97,43 persen), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Alat Berat.
Menurut Lusiana, penurunan pajak rokok disebabkan oleh turunnya daya beli dan perubahan pola hidup masyarakat yang kini cenderung lebih sehat. Selain itu, pajak rokok bersifat 'given' dari pemerintah pusat sehingga sulit untuk dioptimalkan.
Baca Juga: Anggota Komisi V DPR Kritik Usulan Peningkatan Pajak Rumah Tapak di Kawasan Perkotaan
Untuk pajak air tanah, penurunan disebabkan wajib pajak lebih banyak menggunakan air PDAM sebagai cadangan, mengurangi pemanfaatan air tanah.
"PBB-P2 terealisasi 99,55 persen karena basis data objek pajak perlu dimutakhirkan agar pemungutan lebih optimal," ujarnya, Selasa (17/6/2025).
Sementara pajak BPHTB turun, akibat menurunnya transaksi properti di Jakarta dibandingkan 2023. Sedangkan pajak alat berat baru dipungut sejak 2024, sehingga realisasinya baru 2,39 persen karena banyak wajib pajak belum memahami kewajibannya.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jakarta, Sutikno, menilai hal tersebut wajar di tengah kondisi ekonomi nasional yang belum pulih.
"Kami mendengar dari masyarakat akar rumput, khususnya soal BPHTB yang dirasa memberatkan. Kami usulkan agar Gubernur mengkaji kemungkinan penurunan atau pemberian insentif pajak BPHTB agar meringankan beban warga," kata Sutikno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








