Pimpinan DPR Tinjau Dampak Kebakaran di Desa Adat Sade, Siapkan Revitalisasi

AKURAT.CO Kebakaran besar melanda Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Sedikitnya 120 bangunan yang sebagian besar berbahan kayu, bambu, bedek, dan beratap ilalang hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun warga masih mengais puing-puing sisa rumah mereka.
Begitu menerima kabar kebakaran, Wakil Ketua DPR, Sari Yuliati, langsung menuju lokasi kejadian.
Setibanya di Desa Adat Sade, ia meninjau area terdampak, berdialog dengan warga, dan melihat langsung proses pembersihan material sisa kebakaran.
Sari Yuliati menyerahkan bantuan uang tunai Rp200 juta serta 100 paket sembako kepada warga terdampak. Juga memastikan bahwa bantuan lanjutan akan diberikan melalui program pemerintah pusat.
Baca Juga: Sari Yuliati Tinjau Langsung Lokasi Gempa NTT, DPR Pastikan Penanganan Korban Berjalan Cepat
"Saya sudah berkoordinasi agar revitalisasi pembangunan di Desa Adat Sade dapat segera dilakukan. Ini bukan sekadar musibah bagi satu desa, tetapi duka bagi kita semua," ujar Sari Yuliati, melalui keterangan resmi, Senin (24/8/2026).
Ia menekankan pemulihan kawasan adat tersebut akan menjadi perhatian khusus. Selain menyerahkan bantuan, Sari Yuliati mengunjungi posko kesehatan untuk memastikan layanan bagi warga terdampak berjalan cepat dan tepat.
Sementara itu, Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, mengapresiasi kehadiran Sari Yuliati yang turun langsung ke lokasi kebakaran.
"Terima kasih kepada Ibu Sari yang turun langsung menyapa warga dan memberikan bantuan uang serta sembako. Kehadiran beliau memberi semangat bagi warga," ujarnya.
Winakse menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Ia berada di lokasi saat api mulai membesar dan segera berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengevakuasi warga.
Baca Juga: Kasus Pencurian Ayam Berujung Maut di Bali, Wakil Ketua DPR Sari Yuliati: Setop Main Hakim Sendiri!
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, Supardan, mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan petugas dan mobil pemadam ke lokasi. Arus lalu lintas di Jalan Raya Sengkol–Mandalika sempat terganggu akibat proses pemadaman.
Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menyebut pemadaman api berlangsung hingga Minggu (23/8/2026) pagi. Petugas gabungan TNI–Polri, pemerintah daerah, dan warga bekerja membersihkan material sisa kebakaran.
"Hingga pagi hari petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran. Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan," katanya.
Menurut Ridwan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
"Apakah akibat arus pendek listrik atau faktor lain, masih dalam penyelidikan," ujarnya.
Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu ikon wisata budaya Lombok. Rumah-rumah tradisionalnya yang khas kini sebagian besar tinggal puing.
"Warga berharap pemulihan dapat dilakukan segera agar aktivitas kehidupan dan pariwisata dapat kembali berjalan," kata Ridwan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





