Cicilan Pembangunan Kopdes Merah Putih Dipastikan Tak Ganggu Dana Desa

AKURAT.CO Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memastikan pencicilan biaya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) tidak akan mengganggu Dana Desa maupun pembangunan infrastruktur di desa.
Yandri menjelaskan, pembayaran biaya pembangunan Kopdes akan dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan validasi oleh Kementerian Koperasi.
Pemerintah hanya akan membayar pembangunan yang telah selesai dan memenuhi ketentuan.
“Ya, tapi yang paling penting itu kan dari Inpres itu kan ada verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi. Nanti yang dibayar, yang dicicil itu yang sudah ada,” kata Yandri saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (7/9/2026).
Ia menegaskan, skema pencicilan tersebut tidak akan menghambat pembangunan infrastruktur di desa.
Menurutnya, pemerintah juga memiliki sejumlah program lain untuk mendukung pembangunan infrastruktur desa.
“Enggak, insyaallah enggak. Karena Pak Presiden kan juga mengarahkan, sekarang kan ada Satgas Jembatan, ada Inpres Jalan Desa, ada juga program-program desa yang lain, dan kami dari kami juga banyak,” ujarnya.
Yandri mengatakan, besaran pembiayaan yang dicicil akan disesuaikan dengan jumlah pembangunan yang telah selesai.
Saat ini, pembangunan Kopdes disebut telah mencapai sekitar 35 ribu unit dari target 75 ribu unit.
Karena itu, Kementerian Koperasi masih melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap sejumlah fasilitas Kopdes, mulai dari gudang, gerai, hingga kendaraan.
“Jadi, misalkan dia selesainya 35.000, berarti kan tidak 40 triliun, mungkin sekitar jauh di bawah itu. Sekarang Kementerian Koperasi baru mau verifikasi dan validasi terhadap gudang dan gerai, termasuk alat kendaraannya itu sesuai spesifik atau spesifikasi atau enggak gitu loh. Nah, setelah ada BAST, berita acara serah terima, nah itu yang dicicil,” jelasnya.
Menurut Yandri, keberadaan Kopdes Merah Putih nantinya juga akan menjadi aset desa. Selain itu, pendapatan yang diperoleh dari koperasi dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa.
Kopdes juga dinilai dapat membuka akses ekonomi bagi masyarakat desa sekaligus membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir.
Selain itu, keberadaan Kopdes diharapkan dapat memastikan masyarakat desa memperoleh akses terhadap barang-barang bersubsidi, seperti LPG dan pupuk.
“Akses perbankan juga ada sampai ke desa dan lain sebagainya. Termasuk barang-barang bersubsidi benar-benar dinikmati oleh rakyat desa,” ucap Yandri.
Ia mencontohkan distribusi LPG bersubsidi. Menurutnya, harga LPG di wilayah yang jauh dari pusat distribusi dapat mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu.
Melalui Kopdes, masyarakat diharapkan dapat memperoleh LPG bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau.
“Selama ini misalkan gas LPG. Kalau mereka beli kan sampai ke ujung itu bisa Rp25 ribu sampai Rp30 ribu. Tapi dengan ada Kopdes yang memang gas LPG itu adalah subsidi dari APBN, itu dinikmati oleh rakyat karena harganya ya Rp16 ribu atau paling tinggi Rp18 ribu,” ujarnya.
Baca Juga: Kurang dari 24 Jam! Residivis Jambret WNA India Dibekuk Polisi di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








