Ada Apa di Balik Karhutla Tahura Bukit Soeharto? OIKN Ungkap Temuan di Lapangan

AKURAT.CO Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyoroti dugaan keterlibatan aktivitas manusia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan, indikasi yang ditemukan di lapangan menunjukkan kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas manusia.
Karena itu, penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab perlu ditelusuri lebih lanjut sesuai kewenangan dan ketentuan hukum.
“Secara regulasi, pembukaan lahan di kawasan ini tidak diperbolehkan, terlebih dengan cara membakar. Indikasi yang kami temukan menunjukkan adanya aktivitas manusia yang berkaitan dengan terjadinya kebakaran. Penyebab dan pihak yang bertanggung jawab tentu perlu ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Myrna, Rabu (16/9/2026).
Ia menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar tidak diperbolehkan, terutama di kawasan konservasi seperti Tahura Bukit Soeharto.
OIKN menyatakan komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah praktik pembukaan lahan secara ilegal di kawasan IKN.
Myrna menjelaskan, Tahura Bukit Soeharto memiliki catatan kebakaran hutan dan lahan yang berulang dalam dua hingga tiga dekade terakhir.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran dapat merusak tutupan hutan serta mengganggu keberlangsungan ekosistem yang membutuhkan waktu panjang untuk kembali pulih.
Atas kondisi tersebut, OIKN mengajak masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh pihak terkait untuk terlibat dalam upaya pencegahan karhutla.
Menurut OIKN, upaya mencegah kebakaran berulang membutuhkan komitmen yang diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menjaga komitmen bersama. Komitmen ini tidak cukup hanya menjadi imbauan atau tertulis di atas kertas, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk melindungi Tahura Bukit Soeharto,” kata Myrna.
Baca Juga: Program SULAP PIK2 Ubah Sampah Jadi Akses Air Bersih untuk Warga Tangerang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







