Cuaca Hari Ini 23 September 2026 Menurut BMKG: Hujan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah

AKURAT.CO Cuaca hari ini, Rabu (23/9/2026) masih menunjukkan kondisi yang cukup beragam di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca secara umum didominasi cerah berawan hingga hujan ringan, tetapi peningkatan hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.
Memasuki periode akhir September, kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi musim kemarau dan atmosfer yang relatif kering, terutama di sebagian Sumatra dan Kalimantan. Meski demikian, sejumlah dinamika atmosfer tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal.
Baca Juga: Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
Untuk cuaca 23 September 2026, BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di wilayah tertentu.
Prakiraan Cuaca Hari Ini 23 September 2026 Menurut BMKG
BMKG memprakirakan kondisi cuaca Indonesia pada periode 22–24 September 2026 secara umum berupa cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, terdapat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang.
Wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan sedang tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap disarankan memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG, terutama ketika awan hujan mulai berkembang.
Ada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Selain hujan sedang, BMKG juga mengidentifikasi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Untuk periode 22–24 September 2026, wilayah yang berada dalam kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat adalah Sumatera Utara. Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Selatan.
Potensi tersebut perlu menjadi perhatian karena hujan lebat dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko genangan, sedangkan angin kencang dan petir dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Mengapa Hujan Masih Bisa Terjadi di Tengah Musim Kemarau?
BMKG menjelaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini memang cenderung lebih kering. Namun, beberapa dinamika atmosfer regional masih dapat meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Pada 22–23 September 2026, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi sebagian besar Sumatra. Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprediksi aktif di sebagian besar Kalimantan dan perairan di sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







