Pembangunan Giant Sea Wall Harus Perhitungkan Dampak Lingkungan dan Kebutuhan Masyarakat

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menekankan pembangunan Giant Sea Wall (GSW) harus dirancang sebagai bagian dari sistem perlindungan kawasan pesisir yang terintegrasi.
Penanganan pesisir tidak cukup hanya dengan membangun tanggul, tetapi harus mempertimbangkan keterhubungan antara daratan, sungai, muara, pesisir hingga laut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan kawasan pesisir Utara Jakarta memiliki persoalan yang kompleks karena menjadi ruang bagi berbagai aktivitas masyarakat dan infrastruktur strategis.
Baca Juga: Prabowo: Giant Sea Wall Pantura Bakal Lindungi 50 Juta Warga dan 38 Persen PDB
"Ketika berbicara Giant Sea Wall kita tidak bisa hanya melihat pembangunan tanggul. Pesisir Utara Jakarta merupakan satu kesatuan sistem yang terdiri dari daratan, sungai, muara, pesisir, hingga laut. Itu semua saling terhubung dan harus dilihat menyeluruh," kata Dudi dalam keterangan yang diterima, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, kawasan pesisir Utara Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai kawasan permukiman. Wilayah tersebut juga menjadi ruang aktivitas nelayan, pelabuhan, industri, perdagangan, transportasi, serta berbagai infrastruktur penting.
Karena itu, pembangunan sistem perlindungan pesisir perlu memperhitungkan dampak lingkungan dan kebutuhan masyarakat sejak tahap perencanaan.
"Jadi itu semua sangat penting dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis hadir untuk menjawab persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sejak tahap perencanaan," ujarnya.
Baca Juga: Jakarta Perlu Bangun Giant Sea Wall untuk Penanganan Banjir Rob Jangka Panjang
Kajian tersebut diperlukan agar pembangunan perlindungan pesisir tidak berjalan parsial dan mengabaikan keterkaitan antarkomponen kawasan pesisir.
Pemprov Jakarta juga mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan kawasan pesisir Jakarta.
"Pemprov Jakarta mendorong kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan dengan satu tujuan agar Jakarta dapat melindungi pesisir menjadi semakin baik dan berkelanjutan," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








