Kemenag Bantu Pembangunan Gereja Katolik yang Belum Selesai 15 Tahun di Lamandau

AKURAT.CO Pembangunan Gereja Katolik Induk di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, belum rampung selama sekitar 15 tahun, mendapat perhatian Kementerian Agama.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, AM Adiyarto Sumardjono, mengatakan, pihaknya mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk menuntaskan pembangunan rumah ibadah tersebut.
Hal ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk mengajukan permohonan bantuan pembiayaan karena keterbatasan APBD.
"Menindaklanjuti permohonan tersebut, Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik menerbitkan surat rekomendasi dukungan pembiayaan dari Kementerian Pekerjaan Umum, melalui APBN Tahun Anggaran 2027," jelas Adiyarto, dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Ia mengungkapkan, pembangunan gereja tersebut telah berlangsung sekitar 15 tahun. Namun, keterbatasan keuangan pemerintah daerah menjadi kendala penyelesaiannya.
Baca Juga: Pagi-pagi Jokowi Tiba di Pulau Palue, Langsung Cek Gereja yang Rusak Diguncang Gempa
Pemkab Lamandau telah menyampaikan permohonan kepada menteri agama, agar pembangunan gereja memperoleh rekomendasi dukungan pembiayaan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui APBN 2027.
Permohonan itu kemudian ditindaklanjuti Ditjen Bimbingan Masyarakat Katolik dengan menerbitkan surat rekomendasi pada 18 September 2026.
Surat tersebut menjadi dasar dukungan Kemenag terhadap usulan pembiayaan pembangunan gereja melalui anggaran pemerintah pusat.
Kendati demikian, dengan penerbitan rekomendasi tersebut belum berarti anggaran pembangunan telah disetujui. Usulan pembiayaan masih harus melalui proses penganggaran dan persetujuan kementerian serta instansi yang berwenang.
"Hingga kini belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai besaran anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan gereja tersebut, maupun target waktu penyelesaiannya," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






