Izin Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dicabut

AKURAT.CO Rencana konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, menjadi sorotan setelah mendapat penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat.
Polresta Magelang pun mencabut rekomendasi izin untuk pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026 tersebut.
Wakapolresta Magelang, AKBP Bim Rekoaji, membenarkan pencabutan rekomendasi itu.
Ia mengatakan, penyelenggara sebelumnya telah mengajukan permohonan perizinan untuk menggelar konser penyanyi tenor asal Italia tersebut.
“Memang ada permohonan perizinan kegiatan tersebut, namun per hari ini sudah kita cabut,” kata Bim dalam audiensi bersama kelompok penolak konser di Kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB), Selasa (13/10/2026).
Bim tidak merinci pertimbangan di balik pencabutan rekomendasi tersebut. Sementara itu, pengelola kawasan wisata Candi Borobudur masih berkoordinasi dengan manajemen pusat untuk menentukan kelanjutan acara.
Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli juga disuarakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim.
Ia meminta agar pertunjukan tersebut dibatalkan menyusul laporan mengenai dugaan keterlibatan Bocelli dalam kegiatan yang dinilai mendukung Israel.
Sudarnoto menyoroti laporan mengenai partisipasi Bocelli dalam penggalangan dana untuk pasukan militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010, serta penampilannya dalam sebuah konser di Tel Aviv pada 2022.
Menurut Sudarnoto, penyelenggaraan konser perlu mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan sikap Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan,” ujarnya.
Andrea Bocelli: Konser Bukan Agenda Politik
Di tengah polemik tersebut, Andrea Bocelli memberikan tanggapan melalui keterangan tertulis pada Selasa (13/10/2026).
Ia menegaskan bahwa kedatangannya ke Indonesia bertujuan untuk bermusik, bukan menyampaikan agenda politik atau mendukung pihak tertentu.
Pernyataan itu disampaikan setelah MUI meminta pemerintah mempertimbangkan pembatalan konsernya.
Polemik tersebut juga muncul di tengah desakan pembatalan konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed.
“Keikutsertaan saya semata-mata dilandasi oleh seni dan rasa kemanusiaan yang kita miliki bersama,” kata Bocelli.
Ia berharap musik yang dibawakannya dapat dinikmati masyarakat Indonesia tanpa dibatasi perbedaan agama maupun pandangan politik.
Bocelli juga membantah bahwa konser-konser tersebut direncanakan menjadi sarana penggalangan dana untuk kepentingan politik atau militer.
“Tidak ada rencana penggalangan dana untuk mendukung kepentingan politik ataupun militer yang berkaitan dengan konser-konser tersebut. Tidak ada pula pendapatan dari konser-konser ini yang dimaksudkan untuk tujuan tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara soal Desakan Pembatalan Konser di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





