Soal Karhutla dan Candaan yang Viral, DPR Ingatkan Kepala Daerah Pentingnya Empati

AKURAT.CO Celetukan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, saat membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai sorotan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, mengingatkan pejabat publik agar mengedepankan empati dan sensitivitas saat berkomunikasi mengenai bencana.
“Memang adanya karhutla memberikan dampak negatif ke masyarakat, ke perekonomian, dan sebagainya. Harusnya komunikasi pejabat publik memiliki empati. Bisa memahami dan merasakan emosi dan perasaan orang lain, apalagi bagi yang terdampak langsung dengan karhutla,” kata Ahmad, dikutip Kamis (15/10/2026).
Ia menilai karhutla telah menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan sosial, kesehatan, dan perekonomian masyarakat setempat.
Karena itu, setiap pernyataan pejabat publik, khususnya kepala daerah, perlu mempertimbangkan kondisi warga yang terdampak, termasuk mereka yang harus menghadapi kepungan asap.
Menurut Ahmad, kepala daerah semestinya memberikan ketenangan dan membangun optimisme masyarakat, alih-alih melontarkan candaan yang dinilai tidak sensitif terhadap situasi yang sedang dihadapi warga.
“Sebaiknya kepala daerah kita membangun optimisme kepada masyarakat kebakarannya akan padam,” ucapnya.
Ia berharap sorotan terhadap pernyataan Agustiar dapat menjadi pembelajaran bagi kepala daerah lainnya dalam menjaga etika komunikasi publik, terutama saat masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Di tengah ancaman gangguan pernapasan (ISPA) dan kerugian ekonomi yang membayangi warga Kalimantan Tengah, pejabat publik dituntut untuk fokus menghadirkan solusi nyata daripada menyisipkan humor yang tidak pada tempatnya,” tegasnya.
Sebelumnya, cuplikan video Agustiar saat membahas penanganan karhutla beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, Agustiar memaparkan bahwa hampir 97 persen pemicu karhutla berasal dari ulah manusia.
Baca Juga: MoU TEI Tembus USD13,2 Miliar, Tantangan Berikutnya Realisasi Ekspor
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









