Ini 3 Golongan Orang yang Puasanya Tidak Diterima Allah Lengkap dengan Haditsnya

AKURAT.CO Puasa adalah ibadah yang sangat penting dalam agama Islam yang dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia.
Tetapi, ada berbagai tanda yang menandakan bahwa puasa seseorang tidak diterima oleh Allah SWT.
Setiap muslim harus memperhatikan beberapa golongan ini agar ibadah puasanya memiliki nilai pahala dan tidak sia-sia.
Untuk mencegah hal tersebut, berikut beberapa kelompok orang yang puasanya tidak diterima Allah SWT, lengkap dengan haditsnya.
Golongan orang yang puasanya tidak diterima Allah SWT
1. Orang yang berbicara kotor
Tujuan utama bulan puasa adalah membersihkan diri dari segala dosa dan perilaku buruk, sehingga berkata-kata kasar atau tidak senonoh saat berpuasa akan membuat ibadah puasa menjadi tidak bermakna.
Sebagaimana yang disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنْ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ فَقَطْ الصِّيَامُ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ
Artinya: Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum saja, puasa adalah menahan diri dari perkataan sia-sia dan keji.
2. Orang yang berdusta
Selain golongan orang yang berkata kotor, golongan orang yang suka berdusta juga termasuk golongan orang yang puasanya tidak diterima Allah SWT.
Ibadah puasa tidak hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari dorongan-dorongan hawa nafsu lainnya termasuk keinginan seksual, kecenderungan untuk berbicara secara negatif, serta dorongan untuk melepaskan amarah.
Selain hal-hal tersebut, dalam hadits yang disampaikan oleh Imam Al-Bukhari melalui Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya: Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak peduli dia telah meninggalkan makanan dan minumannya.
3. Orang yang terpaksa dan tidak ikhlas
Umat muslim harus berpuasa dengan ikhlas dan tanpa rasa terpaksa.
Oleh karena itu, puasa yang dilakukan dengan perasaan enggan tidak akan mendatangkan pahala karena menunjukkan bahwa seseorang beribadah tanpa dorongan yang tulus dari hatinya sendiri.
Hal ini diungkapkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai dan Ibnu Majah sebagai berikut:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إلَّا السَّهَرُ
Artinya: Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan hausnya saja. Berapa banyak orang yang bangun malam, tidak mendapat pahala kecuali hanya bangun malamnya saja.
Itulah beberapa golongan orang yang puasanya tidak diterima Allah SWT, semoga bermanfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









