Bolehkah Niat Puasa Ramadan di Pagi Hari? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Saat bulan Ramadan sering muncul pertanyaan "bolehkah seseorang berniat puasa di pagi hari jika kesiangan atau lupa berniat malam sebelumnya?"
Niat puasa Ramadan harus dilakukan sebelum waktu fajar. Jika seseorang lupa berniat malam sebelumnya tetapi belum makan, minum atau melakukan hal yang membatalkan puasa, ia boleh melanjutkan puasa dan berniat di pagi hari mengikuti Mazhab Hanafi.
Dalam Islam, niat merupakan syarat sah puasa wajib, termasuk puasa Ramadan. Para ulama dari empat mazhab sepakat bahwa niat puasa Ramadan harus dilakukan sebelum fajar/subuh.
Hadis Nabi Muhammad SAW menyatakan:
"Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya." (HR. Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Artinya, untuk menjalankan puasa wajib secara sah, niat perlu ditetapkan pada malam hari sebelum subuh. Ini menunjukkan betapa pentingnya niat sebelum waktu puasa dimulai.
Mayoritas ulama menyatakan bahwa niat puasa Ramadan harus dilakukan sebelum subuh agar puasanya sah. Jika seseorang baru ingat dan berniat di pagi hari setelah subuh, maka niatnya tidak sah dan wajib mengganti puasa pada lain hari selain Ramadan.
Sedangkan dalam Mazhab Hanafi, niat puasa Ramadan masih sah meskipun dilakukan di pagi hari. Selama niat itu dilakukan sebelum waktu zuhur dan belum melakukan hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum.
Contoh Situasi
Lupa Berniat Malam Hari
Jika seseorang tertidur sampai subuh dan belum sempat berniat, tetapi ia tidak makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, ia masih boleh melanjutkan puasa hari itu dengan niat di pagi hari menurut pendapat Hanafi.
Setelah Makan atau Minum
Jika seseorang sudah makan atau minum setelah waktu subuh tanpa niat, maka puasanya tidak sah dan harus mengganti di lain hari selain Ramadan. Hal ini karena tindakan makan/minum menandakan ia tidak berniat puasa sejak fajar.
Perbedaan Puasa Wajib dan Puasa Sunah
Puasa Wajib Ramadan - Niat harus dilakukan sebelum subuh, meskipun dapat diatasi dengan pendapat Hanafi dalam keadaan lupa sampai pagi.
Puasa Sunah - Niat dapat dilakukan di siang hari sebelum waktu dzuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Untuk puasa wajib Ramadan, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum subuh agar puasanya sah.
Menurut pendapat Hanafi, orang yang lupa berniat hingga pagi, ia boleh berniat di pagi hari sebelum zuhur asalkan belum makan atau minum. Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sebelum waktu zuhur.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








