Profil Hossein Amir Abdollahian, Menteri Luar Negeri Iran yang Wafat dalam Kecelakaan Helikopter, Dikenal sebagai Diplomat Ulung

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter yang juga menimpa Presiden Iran, Ebrahim Raisi, pada Minggu (19/5).
Profil Hossein Amir Abdollahian
Hossein Amir Abdollahian, yang lahir pada tahun 1964, telah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Iran sejak 25 Agustus 2021.
Hossein Amir Abdollahian adalah seorang politikus dan diplomat yang berpengalaman.
Abdollahian adalah lulusan Universitas Teheran dengan gelar dalam Hubungan Internasional pada tahun 1991.
Ia fasih dalam bahasa Persia, Arab, dan Inggris. Selama kariernya, Abdollahian memiliki beragam jabatan penting.
Baca Juga: Kecelakaan Presiden Iran
Mulai dari menjadi Penasihat Wakil Duta Besar Iran di Irak pada periode 1997-2021, hingga menjadi Wakil Kepala Departemen Direktorat Jenderal Teluk Persia pada tahun 2001-2003.
Pada tahun 2003-2006, Abdollahian menjabat sebagai Deputi Asisten Khusus Menteri Luar Negeri Iran Bidang Irak, kemudian menjadi Wakil Direktur Jenderal di Direktorat Jenderal Teluk Persia pada 2006-2007.
Selain itu, ia juga pernah mengepalai Komite Ad Hoc Khusus Irak pada periode 2006-2007 dan menjadi Anggota Tim Perunding Iran dalam Perundingan Trilateral antara Iran, Irak, dan Amerika Serikat pada tahun 2007.
Pada masa kepemimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Abdollahian menjabat sebagai Duta Besar Iran untuk Bahrain dari tahun 2007 hingga 2010.
Selanjutnya, ia juga pernah menjabat sebagai wakil menteri luar negeri Iran untuk Urusan Arab dan Afrika di bawah kepemimpinan Ahmadinejad dan Hassan Rouhani.
Baca Juga: Profil Mohammad Mokhber, Presiden Sementara Iran yang Gantikan Ebrahim Raisi
Sebelum menjadi Menteri Luar Negeri, Abdollahian juga pernah menjabat sebagai Asisten Khusus Hubungan Internasional Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Sebagai Menteri Luar Negeri, ia memiliki kontribusi besar dalam memperbaiki hubungan antara Iran dan Arab Saudi.
Kedua negara sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik dan membuka kembali kedutaan besar masing-masing pada bulan Maret 2023, setelah tujuh tahun ketegangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






