Tegas! Rusia Peringatkan AS Akan Risiko Perang Dunia Ketiga Jika Barat Terus Mendukung Ukraina

AKURAT.CO Rusia memperingatkan bahwa Barat sedang bermain api dengan mempertimbangkan untuk mengizinkan Ukraina menyerang jauh ke dalam wilayah mereka menggunakan rudal Barat.
Pada Selasa (27/8/2024), Rusia juga menegaskan bahwa Perang Dunia Ketiga tidak akan terbatas hanya di Eropa.
Sebelumnya Ukraina menyerang wilayah Kursk di barat Rusia pada 6 Agustus, menandai serangan asing terbesar di Rusia sejak Perang Dunia Kedua.
Baca Juga: Kebobolan di Menit 80, Timnas Indonesia U-17 Kalah Tipis 0-1 Atas India
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan memberikan respons yang setimpal terhadap serangan tersebut.
Sergei Lavrov, yang telah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Rusia selama lebih dari 20 tahun, mengatakan bahwa Barat berusaha meningkatkan eskalasi perang di Ukraina.
Menurutnya pihak Barat "mencari masalah" dengan mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk melonggarkan pembatasan penggunaan senjata yang dipasok oleh negara asing.
Sejak invasi ke Ukraina pada 2022, Putin telah berulang kali memperingatkan risiko perang yang jauh lebih luas yang melibatkan kekuatan nuklir terbesar di dunia.
Meskipun ia mengatakan Rusia tidak menginginkan konflik dengan aliansi NATO yang dipimpin oleh AS.
Baca Juga: Terungkap! Rangkaian Setlist dari Tiga Album Ikonik di Konser Green Day Live in Jakarta 2025
"Kami kembali menegaskan bahwa bermain api (dan mereka seperti anak-anak kecil yang bermain dengan korek api) adalah hal yang sangat berbahaya bagi paman dan bibi dewasa yang diberi kepercayaan atas senjata nuklir di satu atau negara Barat lainnya," kata Lavrov kepada wartawan di Moskow.
"Amerika secara tegas menganggap pembicaraan tentang Perang Dunia Ketiga sebagai sesuatu yang, jika terjadi, hanya akan berdampak pada Eropa," tambahnya.
Lavrov juga menambahkan bahwa Rusia sedang "mengklarifikasi" doktrin nuklirnya.
Baca Juga: Kembali Digelar, Terbongkar Ruben Onsu - Sarwendah Sudah Cekcok 8 Bulan
Doktrin nuklir Rusia tahun 2020 menetapkan kapan presidennya akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir: secara umum sebagai respons terhadap serangan menggunakan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya atau senjata konvensional "ketika keberadaan negara berada dalam ancaman."
Respons Rusia
Baca Juga: Kembali Digelar, Terbongkar Ruben Onsu - Sarwendah Sudah Cekcok 8 Bulan
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengatakan, awal bulan ini bahwa serangan di wilayah Kursk Rusia menunjukkan bahwa ancaman balasan dari Kremlin hanyalah omong kosong.
Zelenskiy mengatakan bahwa Ukraina, karena pembatasan yang diberlakukan oleh sekutu, tidak dapat menggunakan senjata yang dimilikinya untuk menyerang beberapa target militer Rusia.
Dia lalu mendesak sekutu untuk lebih berani dalam keputusan mereka tentang bagaimana membantu Kyiv dalam perang ini.
Rusia telah mengatakan bahwa persenjataan Barat, termasuk tank Inggris dan sistem roket AS, telah digunakan oleh Ukraina di Kursk.
Kyiv telah mengonfirmasi penggunaan rudal HIMARS buatan AS untuk menghancurkan jembatan di Kursk.
Washington mengatakan bahwa mereka tidak diberitahu tentang rencana Ukraina sebelum serangan mendadak di Kursk. Amerika Serikat juga mengatakan tidak terlibat dalam operasi tersebut.
Kepala intelijen luar negeri Putin, Sergei Naryshkin, mengatakan pada Selasa bahwa Moskow tidak percaya pada pernyataan Barat bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan serangan di Kursk.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, menambahkan bahwa keterlibatan Amerika Serikat adalah "fakta yang jelas."
Laporan dari The New York Times mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Inggris menyediakan citra satelit dan informasi lainnya tentang wilayah Kursk kepada Ukraina beberapa hari setelah serangan tersebut.
Laporan itu menyebutkan bahwa intelijen tersebut bertujuan untuk membantu Ukraina memantau pergerakan pasukan tambahan Rusia dengan lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







