Harga Minyak Dunia Naik Usai Israel Gempur Iran, Pasar Global Bergejolak!

AKURAT.CO Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke wilayah Iran pada Jumat (13/6/2025) dini hari waktu setempat membuat harga minyak dunia melonjak tajam, memicu reaksi berantai di pasar keuangan internasional.
Menurut data Bloomberg, minyak mentah jenis Brent mencatat lonjakan harga hingga 8%, menembus angka US$ 74,58 per barel, kenaikan mingguan terbesar tahun ini dengan total 12%.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu: Serangan Israel ke Iran Akan Terus Berlanjut Selama Diperlukan
Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami lonjakan serupa, mencapai US$ 73,48 per barel.
"Pasar kembali menunjukkan pola klasik saat terjadi eskalasi geopolitik—reli harga emas, melonjaknya minyak, dan naiknya minat terhadap obligasi," ujar Matthew Haupt, manajer portofolio Wilson Asset Management.
Namun menurutnya, ketegangan seperti ini biasanya bersifat sementara, tergantung pada skala respons berikutnya.
Yang kini menjadi perhatian global adalah reaksi dari pihak Iran. Respons Teheran dinilai sebagai penentu utama seberapa lama ketidakpastian ini akan berlangsung.
Sementara itu, serangan Israel terjadi di tengah macetnya negosiasi program nuklir antara Iran dan Amerika Serikat.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyebut bahwa negaranya sudah bersiap jika Iran membalas serangan, termasuk kemungkinan serangan rudal atau drone.
Ketegangan ini makin memuncak karena proses diplomasi antara AS dan Iran belum menunjukkan kemajuan. Mereka dijadwalkan bertemu lagi untuk pembicaraan lanjutan di Oman pada Minggu (15/6/2025), namun Presiden Donald Trump mengatakan ia ragu kesepakatan akan bisa tercapai.
Dalam komentarnya di Gedung Putih sehari sebelumnya, Trump bahkan menyebut serangan Israel terhadap Iran sebagai sesuatu yang "sangat mungkin terjadi".
Sejak 7 Oktober 2023, Israel juga tengah menjalankan operasi militer besar-besaran di Gaza untuk melawan Hamas, yang semakin menambah beban konflik regional.
Selama hampir dua tahun, jalur Gaza diblokade dan dibombardir sebagai respons terhadap serangan Hamas yang menewaskan ratusan warga Israel.
Sementara itu, penarikan sebagian staf diplomatik AS dari Timur Tengah semakin memperkuat dugaan bahwa konflik militer besar bisa benar-benar meletus kapan saja.
Trump menegaskan, meski Washington lebih memilih jalur diplomatik, AS tidak akan ragu mengambil langkah militer jika Teheran tetap ngotot mempertahankan ambisi nuklirnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Israel Serang Iran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









