Pertemuan Trump–Lee Jae-myung: Tarif Dagang, Galangan Kapal, hingga Korea Utara

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan dagang AS-Korea Selatan akan tetap berlaku dengan tarif 15% untuk barang-barang asal Korea Selatan. Kepastian ini disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Gedung Putih.
Selain isu perdagangan, pada Senin (25/8), pertemuan perdana kedua pemimpin ini juga membahas kerja sama pembangunan kapal, kemungkinan pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, hingga biaya penempatan pasukan AS di Semenanjung Korea.
Trump Siap Bertemu Kim Jong-un Lagi
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lee meminta Trump untuk kembali membuka dialog dengan Korea Utara. Trump pun menyetujuinya dan menyebut peluang itu bisa membawa “kemajuan besar.”
“Kita bisa membuat kemajuan besar dengan Korea Utara,” ujar Trump.
Trump juga menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan Kim Jong-un masih terjaga. Ia menilai pertemuan lanjutan bisa menjadi momentum baru bagi perdamaian di Semenanjung Korea.
Kesepakatan Tarif Dagang
Sejak akhir Juli, kedua negara telah menyetujui tarif 15% untuk ekspor Korea Selatan, lebih rendah dari rencana tarif 25% yang sempat diusulkan Trump. Kesepakatan ini dipandang sebagai jalan tengah untuk menjaga hubungan dagang tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi Seoul.
Trump menyebut kesepakatan dagang ini sebagai salah satu yang terbesar yang pernah dibuat oleh Korea Selatan, sekaligus langkah penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Kerja Sama Industri Kapal
Isu lain yang mengemuka adalah kerja sama di sektor galangan kapal. Trump berjanji untuk membeli kapal dari Korea Selatan, sementara Presiden Lee menyatakan dukungan agar perusahaan-perusahaan Korea bisa membuka lapangan kerja di Amerika.
Sebagai bagian dari kesepakatan dagang, Korea Selatan juga menjanjikan investasi sekitar 350 juta dolar AS untuk mendukung industri pembangunan kapal AS. Langkah ini penting karena selama beberapa dekade terakhir, AS hanya menguasai kurang dari 1% pasar global galangan kapal, kalah jauh dari Tiongkok (50%), Korea Selatan (30%), dan Jepang (10%).
Dengan dukungan teknologi dan peralatan dari Korea Selatan, AS berharap bisa kembali memperkuat industri strategis ini, baik untuk kebutuhan ekonomi maupun keamanan nasional.
Hubungan AS-Korea Selatan ke Depan
Pertemuan Trump dan Lee menandai era baru hubungan kedua negara. Selain kerja sama ekonomi, keduanya sepakat bahwa dialog damai dengan Korea Utara perlu terus diupayakan. Presiden Lee bahkan menyebut peran Trump bisa menjadi kunci dalam membuka “era perdamaian baru di Semenanjung Korea.”
Trump sendiri menegaskan bahwa ia akan bertemu Kim Jong-un “pada waktu yang tepat,” sembari melanjutkan agenda penguatan kerja sama ekonomi dengan Korea Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








