Kamboja Akan Deportasi 59 Warga Korea Selatan yang Terlibat Penipuan Siber

AKURAT.CO Pemerintah Kamboja akan mendeportasi 59 warga negara Korea Selatan yang diduga terlibat dalam kasus penipuan siber pada 17 Oktober 2025. Langkah ini diambil setelah Seoul mengirim tim khusus untuk menyelidiki keberadaan dan kondisi puluhan warganya di negara tersebut.
Kepolisian Nasional Kamboja dalam pernyataan resminya, Rabu (16/10), menyebut deportasi dilakukan dengan kerja sama Kedutaan Besar Korea Selatan di Phnom Penh. “Pihak berwenang berencana mendeportasi 59 warga Korea Selatan yang telah diselamatkan atau ditahan karena kejahatan lain ke negara asal mereka,” tulis pernyataan itu.
Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan pada 15 Oktober melarang warganya bepergian ke sejumlah wilayah di Kamboja. Seoul juga mengirim tim pemerintah untuk membahas kasus pekerjaan palsu dan pusat-pusat penipuan yang melibatkan penculikan warga Korea Selatan.
Menurut otoritas Korea Selatan, sekitar 1.000 warganya diperkirakan menjadi bagian dari sekitar 200.000 orang yang bekerja dalam operasi penipuan di Kamboja. Banyak dari mereka dipaksa melakukan skema penipuan investasi kripto atau yang dikenal sebagai “pig butchering scam” — modus yang melibatkan pembangunan kepercayaan dengan korban sebelum dana mereka digelapkan.
Kelompok kejahatan terorganisir yang mengoperasikan jaringan ini disebut telah menargetkan korban dari berbagai negara dan menyebabkan kerugian hingga miliaran dolar setiap tahun.
Misi pemerintah Korea Selatan ke Kamboja dilakukan setelah muncul kemarahan publik atas kasus pembunuhan seorang mahasiswa asal Korea Selatan di Kamboja pada Agustus lalu. Korban dilaporkan diculik dan disiksa oleh sindikat kriminal.
Pemerintah Seoul menyebut total 63 warga negaranya telah ditahan oleh otoritas Kamboja. Pemerintah berjanji akan memulangkan seluruh warga tersebut dan memastikan mereka mendapat perlindungan hukum yang layak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








