Babi Hutan Terluka Masuk Rumah, Kini Jadi Sumber Penghasilan Pemiliknya

AKURAT.CO Seekor babi hutan yang terluka dan kelaparan tiba-tiba masuk ke rumah seorang pria di China. Tak disangka, hewan liar tersebut kini justru menjadi sumber penghasilan setelah viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi pada 2024, ketika Luo, pria berusia 33 tahun asal Guangzhou, merasa iba melihat seekor babi hutan dengan luka di kepala yang masuk ke rumahnya dalam kondisi kelaparan. Luo lalu memasakkan semangkuk mi untuk hewan tersebut. Dalam tiga hari berikutnya, babi hutan itu terus kembali ke rumahnya untuk mencari makanan, sebagaimana dilaporkan Global News.
Khawatir babi hutan tersebut diburu jika dibiarkan di luar, Luo memutuskan merawatnya selama musim dingin. Ia menamai babi hutan itu “Noodles” dan memeliharanya di rumah, meski sempat khawatir hewan tersebut akan menjadi agresif seiring pertumbuhannya.
“Awalnya saya takut ia akan menjadi ganas saat bertambah besar, tapi justru sebaliknya. Ia semakin jinak dan bahkan bisa memahami perintah sederhana,” ujar Luo kepada Jimu News.
Dalam waktu satu tahun, bobot Noodles melonjak dari 15 kilogram menjadi 75 kilogram. Untuk memberikan ruang yang lebih luas, Luo pindah dari apartemen ke rumah pribadi. Kini, Noodles tinggal di halaman belakang rumah tersebut.
Setiap bulan, Luo menghabiskan sekitar 500 yuan atau setara Rp1,1 juta untuk memberi makan Noodles. Setiap hari, babi hutan itu mengonsumsi sekitar dua kilogram pakan berupa biji-bijian, sayuran, dan daging.
Keseharian Noodles kerap dibagikan melalui media sosial, mulai dari berjalan-jalan dengan tali, naik mobil, hingga sesi perawatan. Konten tersebut menarik sekitar 200 ribu pengikut dan menghasilkan pendapatan sekitar 5.000 yuan per bulan, atau setara Rp11 juta.
Luo mengatakan, istrinya yang semula menentang pemeliharaan babi hutan itu akhirnya menerima keputusan tersebut setelah melihat sifat Noodles yang jinak serta pemasukan tambahan yang cukup stabil bagi keluarga.
Popularitas Noodles juga menarik perhatian pihak komersial. Luo mengaku pernah menolak tawaran sebesar 50.000 yuan atau sekitar Rp110 juta untuk menjual babi hutan tersebut. Ia menegaskan ingin Noodles hidup dengan nyaman dan tidak dieksploitasi demi keuntungan semata.
Sementara itu, Fu Jian, seorang pengacara yang berbasis di Provinsi Henan, menjelaskan bahwa Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar China memperbolehkan individu merawat hewan liar yang tidak masuk dalam daftar satwa dilindungi khusus. Namun, untuk kegiatan pembiakan, tetap dibutuhkan izin resmi dari otoritas terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







