Tsunami Durian: Harga Musang King di Malaysia Anjlok Setelah Panen Besar-besaran

AKURAT.CO Panen raya durian di Malaysia memicu penurunan harga tajam durian premium Musang King. Di kawasan pusat penjualan durian SS2, Petaling Jaya, fenomena ini memicu gelombang pembelian besar-besaran, dengan pedagang menawarkan berbagai paket murah untuk menarik konsumen.
Satu kantong penuh durian Musang King kini dijual hanya RM133 atau sekitar Rp550 ribu. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, seiring melimpahnya pasokan durian di pasaran. Kondisi ini membuat kawasan SS2 dipadati pembeli yang ingin menikmati durian berkualitas dengan harga terjangkau.
Para pedagang berlomba menawarkan promosi agresif. Ada lapak yang menjual empat buah Musang King seharga RM99 atau sekitar Rp410 ribu, sementara pedagang lain menawarkan skema beli empat gratis satu. Beberapa penjual juga menyediakan satu kantong Musang King dengan harga RM133, serta paket durian campuran—tanpa Musang King dan Black Thorn—seharga RM100 atau sekitar Rp415 ribu per kantong.
Salah satu stan bahkan meluncurkan konsep unik bertajuk “isi kantong sendiri”. Dengan membayar RM133, pembeli diberi kantong plastik besar dan diperbolehkan memilih durian langsung dari peti hingga kantong tersebut penuh. Diperkirakan satu kantong bisa menampung hingga 15 kilogram durian, memicu suasana riuh dan saling berebut di antara pembeli yang ingin mendapatkan buah terbaik.
Di tingkat petani, situasinya jauh dari kata menggembirakan. Para petani menyebut kondisi ini sebagai “tsunami durian”, karena harga di kebun atau farm gate anjlok ke kisaran RM10 per kilogram, setara sekitar Rp41 ribu. Angka tersebut menjadi harga terendah dalam 10 tahun terakhir, jauh dari masa keemasan ketika Musang King pernah dihargai hingga RM80 per kilogram.
Di sejumlah wilayah di Pahang, harga di tingkat petani bahkan sempat turun di bawah RM10 per kilogram. Penurunan drastis ini membuat banyak petani dan pedagang besar kelimpungan, terutama pemilik perkebunan baru yang baru memasuki masa panen perdana.
Presiden Malaysia Durian Exporters Association, Sam Tan, mengatakan lonjakan produksi durian memaksa pelaku usaha menerima kenyataan bahwa era harga tinggi telah berlalu. Menurutnya, harga Musang King yang ideal saat ini berada di kisaran RM35 hingga RM40 per kilogram, atau sekitar Rp145 ribu hingga Rp165 ribu, karena masih dapat diterima oleh konsumen domestik maupun pasar internasional.
Tan juga menyoroti melemahnya permintaan dari China akibat perlambatan ekonomi. Meski konsumen China masih membeli durian asal Malaysia, daya tahan mereka terhadap harga premium tidak lagi sekuat sebelumnya.
“Pasar China sedang lesu. Konsumen sulit menerima harga RM50 per kilogram atau lebih. Harga ekspor kami mengikuti permintaan pasar,” ujarnya.
Selain itu, perubahan pola produksi turut memengaruhi minat konsumen. Durian yang dulu bersifat musiman kini tersedia hampir sepanjang tahun, mulai Juni hingga Februari atau Maret tahun berikutnya. Menurut Tan, ketersediaan yang terlalu sering membuat daya tarik durian tidak lagi sekuat dulu. “Jika sesuatu tersedia setiap hari, keinginan untuk membelinya akan berkurang,” katanya.
Untuk menstabilkan harga, pelaku industri kini bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan Malaysia. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan sistem ketertelusuran guna menandai asal durian, sekaligus membedakan Musang King produksi Malaysia dengan durian dari negara lain.
Sementara itu, Presiden Malaysia Durian Processors Association, Eric Chan, menyebut akhir tahun bukan periode puncak konsumsi durian. Menurutnya, banyak konsumen memilih mengalokasikan pengeluaran untuk liburan dan perayaan akhir tahun. Meski begitu, harga yang rendah saat ini dinilai menguntungkan konsumen dan dapat memperluas pasar Musang King.
Chan memperkirakan kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Produksi diprediksi mulai menurun dalam waktu sekitar satu pekan ke depan, yang diharapkan dapat membantu harga durian kembali stabil di pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








