Netanyahu Ragu Arah Kebijakan AS terhadap Iran, Israel Siapkan Serangan Lebih Keras Jika Diserang

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku belum mengetahui secara pasti arah akhir kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran, meski koordinasi kedua negara disebut berada di tingkat tertinggi. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam rapat tertutup dengan parlemen Israel (Knesset), menurut laporan media setempat.
Di sisi lain, Netanyahu juga menegaskan Israel siap melancarkan serangan militer yang lebih besar dan lebih keras jika mendapat serangan dari Iran. Sikap ini menunjukkan ketegangan antara kedua negara masih berada pada level tinggi.
Netanyahu: Arah Akhir Kebijakan AS terhadap Iran Belum Jelas
Dalam rapat Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset, Netanyahu menyebut koordinasi militer dan diplomatik Israel dengan Amerika Serikat berjalan sangat intens.
Namun, menurut laporan Channel 12 Israel, Netanyahu mengatakan kepemimpinan Israel belum mengetahui keputusan akhir Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan terhadap Iran. Ketidakpastian itu muncul menjelang rencana pembicaraan antara Washington dan Teheran di Oman.
Netanyahu juga menyinggung kemungkinan munculnya fase krusial yang dapat menekan sistem pemerintahan Iran. Meski begitu, ia mengaku tidak yakin apakah situasi tersebut akan berujung pada perubahan rezim di negara tersebut.
Israel Ancam Serangan Lebih Besar Jika Diserang Iran
Dalam forum yang sama, Netanyahu mengeluarkan peringatan keras terkait potensi konflik langsung dengan Iran. Ia menyatakan Israel telah menyiapkan respons militer yang jauh lebih besar jika terjadi serangan.
Menurutnya, jika Iran menyerang, balasan Israel akan melampaui skala operasi militer yang pernah dilakukan pada Juni lalu. Pernyataan ini menegaskan bahwa Israel tetap mempertahankan postur militer agresif sebagai bentuk pencegahan.
Rapat Kabinet Keamanan Justru Minim Bahas Iran
Menariknya, laporan media Israel menyebut isu Iran justru hampir tidak dibahas dalam rapat kabinet keamanan yang digelar terpisah dan berakhir Kamis malam.
Alih-alih membahas Iran, rapat tersebut lebih banyak menyoroti kondisi keuangan Otoritas Palestina, khususnya terkait pendapatan pajak yang ditahan oleh Israel. Hal ini menunjukkan agenda keamanan pemerintah Israel saat ini juga mencakup isu stabilitas fiskal dan politik Palestina, tidak hanya ancaman regional dari Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








