Tambang Emas Runtuh di Afrika Tengah, Lebih dari 100 Orang Tewas

AKURAT.CO Lebih dari 100 orang tewas setelah tambang emas tradisional runtuh di Republik Afrika Tengah. Sejumlah penambang masih dilaporkan hilang dan tertimbun material, sehingga jumlah korban dikhawatirkan terus bertambah.
Seorang pejabat senior asosiasi pertambangan setempat mengatakan insiden terjadi di desa Zamboye, dekat perbatasan Republik Afrika Tengah dengan Kamerun pada Selasa (18/6/2026).
Seorang jaksa mengonfirmasi adanya kecelakaan tambang tersebut, tetapi mengatakan jumlah korban dan rincian kejadian masih dalam proses pendataan.
Penambang Terjebak di Bawah Reruntuhan
Rekaman dari lokasi memperlihatkan para penambang, sebagian besar merupakan laki-laki dan perempuan muda, berlumuran lumpur saat berusaha mengevakuasi korban.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah pekerja terlihat menarik jenazah dari dalam lubang tambang. Puluhan penambang dan pekerja lainnya tampak berada di sekitar lokasi sambil meminta pertolongan.
Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Aparat juga akan membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab runtuhnya tambang serta pihak yang mengelola lokasi pertambangan tersebut.
Bertrand Be Yangue, anggota Dewan Pemuda Zamboye, mengatakan jumlah korban kemungkinan meningkat karena masih ada orang yang belum ditemukan dan sebagian lainnya diduga tertimbun reruntuhan.
“Menemukan mereka dalam keadaan hidup akan menjadi sebuah keajaiban,” kata Yangue.
Ia menyampaikan kesedihan atas banyaknya anak muda yang meninggal ketika bekerja di tambang demi menghidupi keluarga mereka.
Kamerun Siapkan Bantuan Medis
Pemerintah Kamerun menyatakan siap menerima dan memberikan perawatan medis kepada para korban luka yang berhasil melintasi perbatasan menuju wilayahnya.
Lokasi tambang berada tidak jauh dari perbatasan kedua negara, sehingga bantuan dari Kamerun berpotensi mendukung penanganan korban.
Tim penyelamat masih berupaya menjangkau bagian-bagian tambang yang runtuh untuk mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun.
Tambang Tradisional Rawan Kecelakaan
Pertambangan skala kecil dan tradisional menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak masyarakat di Afrika. Namun, lemahnya pengawasan dan rendahnya standar keselamatan membuat sektor tersebut rentan terhadap kecelakaan mematikan.
Tambang tradisional umumnya memiliki kondisi kerja yang lebih berisiko dibandingkan operasi pertambangan berskala besar, terutama ketika penggalian dilakukan tanpa sistem penguatan struktur yang memadai.
Kecelakaan serupa sebelumnya juga pernah terjadi di sejumlah negara Afrika dan menelan banyak korban jiwa.
Dengan masih berlangsungnya proses pencarian di Zamboye, jumlah korban tewas dalam runtuhnya tambang emas Republik Afrika Tengah diperkirakan masih dapat bertambah.
Sumber: France24
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






