Akurat Logo

Usai Insiden Australia, Iran Panggil Kembali Timnas Putri untuk Syuting Dokumenter

Fitra Iskandar | 3 September 2026, 18:58 WIB
Usai Insiden Australia, Iran Panggil Kembali Timnas Putri untuk Syuting Dokumenter
Timnas sepakbola putri Indonesia - Iranintl

AKURAT.CO Lima bulan setelah sejumlah pesepak bola putri Iran mengajukan suaka di Australia, Federasi Sepak Bola Iran kembali memanggil skuad nasional ke pemusatan latihan. Namun, agenda utamanya bukan latihan, melainkan pembuatan film dokumenter mengenai perjalanan tim di Piala Asia Putri AFC.

Keputusan tersebut memicu kontroversi karena beberapa pemain yang ingin direkam adalah mereka yang sempat kembali ke Iran setelah mendapat tekanan terhadap keluarga mereka.

Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Iran bidang sepak bola putri, Farideh Shojaei, mengonfirmasi bahwa dokumenter itu akan diproduksi selama pemusatan latihan. Menurutnya, proyek tersebut bertujuan melengkapi arsip turnamen sekaligus mendokumentasikan sejarah sepak bola putri Iran.

Namun media Iran Football 360 melaporkan proyek itu sebenarnya berasal dari lembaga di luar federasi sepak bola. Sebagian besar pemain yang pulang dari Australia disebut enggan menceritakan kembali pengalaman mereka di depan kamera resmi.

Pemusatan latihan dinilai janggal

Pemusatan latihan ini bahkan membuat kompetisi Liga Utama Putri Iran mundur selama satu pekan. Penjelasan federasi mengenai alasan penyelenggaraannya juga dinilai tidak konsisten.

Saat para pelatih klub memprotes jadwal tersebut, Shojaei disebut menyatakan bahwa para pemain tidak akan menjalani beban latihan karena fokus kegiatan hanyalah pengambilan gambar dokumenter.

Namun belakangan ia menyebut pemusatan latihan digelar atas permintaan pelatih tim nasional, Marzieh Jafari, sebagai bagian dari persiapan skuad.

Pernyataan itu dipertanyakan karena Jafari saat ini tidak memiliki kontrak aktif dengan federasi. Ia masih menjabat sebagai pelatih klub Khatoon Bam, tim yang menjadi tulang punggung skuad nasional dan baru menyelesaikan babak kualifikasi Liga Champions Asia Putri.

Narasi resmi pemerintah Iran

Dokumenter tersebut diproduksi beberapa bulan setelah pemerintah Iran menyampaikan versinya sendiri mengenai insiden di Australia.

Pada hari-hari terakhir turnamen, Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj menuduh kepolisian Australia memisahkan delegasi putra dan putri serta menekan para pemain agar tetap tinggal dan mengajukan suaka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, bahkan menuduh pemerintah Australia telah “menyandera anggota tim nasional” dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi.

Di sisi lain, seorang petinggi klub mengungkap bahwa penggalangan dana dilakukan di lingkungan sepak bola Iran untuk membujuk para pemain agar kembali ke tanah air.

Direktur Utama Chadormalou Ardakan, Alireza Babaei, mengatakan Sekretaris Jenderal Federasi, Hedayat Mombeini, meminta klubnya menyumbang 30 miliar rial atau sekitar USD15.000 bagi tim nasional putri, meski Chadormalou tidak memiliki tim sepak bola putri.

Menurut Babaei, Mombeini juga menyebut kontribusi 50 miliar rial dari klub Gol Gohar serta meminta dukungan Sepahan Isfahan, klub yang saat itu tengah menghadapi dampak krisis industri baja akibat perang.

 Sumber: Iranintl

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.