Akurat Logo

Trump Ancam Tak Bantu Inggris jika Perang Falkland Meletus Lagi

Fitra Iskandar | 4 September 2026, 09:20 WIB
Trump Ancam Tak Bantu Inggris jika Perang Falkland Meletus Lagi
Kepulauan Falkland - Poseidon Expedition

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan Washington mungkin tidak memberikan bantuan militer kepada Inggris jika negara itu kembali terlibat konflik dengan Argentina terkait kedaulatan Kepulauan Falkland. Pernyataan Trump dikaitkan dengan kekecewaannya terhadap kurangnya dukungan Inggris terhadap posisi Amerika Serikat dalam sejumlah konflik dan persoalan keamanan di kawasan lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan GB News ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan membantu Inggris jika terjadi krisis baru di Kepulauan Falkland, wilayah yang hingga kini menjadi sengketa antara Inggris dan Argentina.

Trump kemudian menyinggung Perang Falkland 1982, ketika Inggris berperang melawan Argentina untuk mempertahankan kendali atas kepulauan tersebut.

Trump Kritik Inggris soal Konflik Timur Tengah

Dalam wawancara tersebut, Trump mengingatkan bahwa Inggris pada saat Perang Falkland pada 1982 pada dasarnya bertindak sendiri untuk mempertahankan wilayahnya.

Namun, ia kemudian mengkritik London karena dinilai tidak memberikan dukungan yang cukup kepada Washington dalam persoalan keamanan di Timur Tengah.

“Jangan lupa, sebagian besar minyak Anda melewati Selat Hormuz, dan Anda tidak berada di sana untuk membantu saya,” kata Trump, merujuk pada tuntutan Amerika Serikat agar Inggris memberikan dukungan dalam menghadapi persoalan di kawasan tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana Trump mengaitkan dukungan Amerika terhadap sekutunya dengan sikap negara tersebut dalam berbagai konflik dan kepentingan strategis Washington.

Argentina Kembali Soroti Kedaulatan Falkland

Pernyataan Trump muncul menjelang pidato televisi Presiden Argentina Javier Pellegrini yang dijadwalkan membahas isu kedaulatan Kepulauan Falkland.

Pemerintah Argentina secara konsisten mengklaim kepulauan yang mereka sebut sebagai Islas Malvinas tersebut sebagai bagian dari wilayah nasional mereka. Sementara Inggris mempertahankan kendali atas Falkland sebagai British Overseas Territory.

Isu tersebut memiliki nilai politik dan emosional yang sangat besar di Argentina, terutama menjelang peringatan berbagai momentum terkait perang 1982.

Sikap AS terhadap Falkland

Komentar Trump juga muncul di tengah laporan bahwa Washington sedang mempertimbangkan perubahan terhadap posisi resminya mengenai status kedaulatan Kepulauan Falkland.

Perubahan sikap Amerika Serikat akan menjadi perkembangan penting mengingat hubungan dekat Washington dan London selama ini. Inggris merupakan salah satu sekutu utama Amerika Serikat dalam berbagai persoalan pertahanan dan keamanan internasional.

Namun, Trump menunjukkan bahwa dukungan tersebut tidak selalu dianggap otomatis. Pernyataannya memunculkan pertanyaan mengenai seberapa kuat komitmen Amerika Serikat terhadap Inggris jika sengketa Falkland kembali berubah menjadi konflik bersenjata.

Perang Falkland 1982

Sengketa Kepulauan Falkland pernah berkembang menjadi perang pada 1982 setelah Argentina mengirim pasukan untuk mengambil alih kepulauan tersebut. Inggris kemudian mengirim armada militer ke Atlantik Selatan dan berhasil merebut kembali kendali atas Falkland.

Perang yang berlangsung sekitar 10 pekan itu menewaskan ratusan tentara dari kedua pihak. Sejak saat itu, Inggris tetap menguasai Falkland, sementara Argentina terus mempertahankan klaim kedaulatannya.

Sumber: Voiceofemirates

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.