Akurat Logo

Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Tim Hodgson Sangat Senang AS "Mengemis" Listrik kepada Kanada

Fitra Iskandar | 8 September 2026, 14:05 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Tim Hodgson Sangat Senang AS "Mengemis" Listrik kepada Kanada
Kanada ancam tolak permintaan listrik AS - electricity.ca

AKURAT.CO Kanada mulai menyiapkan strategi balasan terhadap tekanan ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Salah satunya dengan menjadikan listrik dan sumber daya mineral strategis sebagai kartu tawar dalam menghadapi Washington.

Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Kanada Tim Hodgson bahkan mengaku senang membayangkan suatu hari Amerika Serikat datang meminta tambahan pasokan listrik, lalu Kanada bisa menjawab dengan tegas: tidak.

Pernyataan tersebut disampaikan Hodgson dalam wawancara dengan Politico, ketika pemerintah Kanada tengah mempercepat pembangunan tambang dan proyek energi sebagai respons terhadap kebijakan ekonomi Trump.

“Tidak ada yang membuat saya lebih bahagia selain ketika Amerika Serikat meminta lebih banyak listrik kepada kami, lalu kami bisa mengatakan, kami punya banyak tambang yang perlu dikembangkan di British Columbia bagian utara,” ujar Hodgson.

Menurutnya, Kanada dapat memilih menggunakan tambahan listrik tersebut untuk mengembangkan industri dalam negeri.

“Kami akan menggunakan seluruh listrik itu di sini. Kami akan membangun tambang baru dan fasilitas pengolahan baru,” katanya.

Kanada Punya Kartu Listrik untuk AS

Sikap keras Ottawa bukan tanpa alasan. Amerika Serikat masih sangat bergantung pada Kanada dalam urusan energi.

Menurut data regulator energi Kanada, lebih dari 80 persen impor listrik Amerika Serikat pada 2025 berasal dari Kanada.

Ketergantungan tersebut menjadi salah satu kartu yang kini mulai dilirik Ottawa ketika hubungan kedua negara memanas akibat kebijakan tarif Trump.

Kanada sendiri baru memulai pembangunan North Coast Transmission Line di Prince George, British Columbia.

Proyek tersebut dirancang untuk memperluas jaringan listrik dan menggandakan kapasitas listrik di British Columbia. Energi tambahan itu antara lain ditujukan untuk mendukung pengembangan tambang di dekat perbatasan Alaska serta proyek pengiriman gas alam cair atau LNG ke pasar Asia.

Artinya, Kanada tidak sekadar menjual sumber daya ke Amerika Serikat. Ottawa mulai berusaha meningkatkan kapasitas industrinya sendiri sehingga energi yang selama ini diekspor dapat digunakan untuk mengembangkan tambang dan fasilitas pengolahan di dalam negeri.

Mineral Strategis Jadi Senjata Baru Kanada

Selain listrik, Kanada juga memiliki cadangan berbagai mineral kritis yang dibutuhkan industri teknologi dan pertahanan.

Mineral-mineral tersebut menjadi semakin penting karena Amerika Serikat berusaha mengurangi ketergantungannya terhadap China yang selama ini memiliki posisi dominan dalam rantai pasok mineral strategis dunia.

Bahan baku tersebut digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari industri pertahanan, kecerdasan buatan atau AI, komputasi kuantum hingga berbagai perangkat teknologi.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada Pete Hoekstra sebelumnya mengatakan kepada Politico bahwa Trump sangat tertarik terhadap energi dan mineral kritis Kanada.

Ironisnya, ketertarikan tersebut muncul ketika Trump justru tengah meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Kanada melalui kebijakan tarif.

Kanada Mulai Melawan Tekanan Trump

Perdana Menteri British Columbia David Eby menilai kebijakan Trump telah mengabaikan besarnya kontribusi Kanada terhadap keamanan energi Amerika Serikat.

“Presiden terus meremehkan dan menghina kontribusi besar yang diberikan warga British Columbia dan Kanada terhadap keamanan energi Amerika,” ujar Eby.

Kini, Hodgson tampaknya ingin menunjukkan bahwa ketergantungan tersebut bisa menjadi jalan dua arah.

“Saya tidak marah. Saya membalas,” kata Hodgson.

Sumber: Rawstory

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.