18 Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moïse Diekstradisi ke Amerika Serikat

AKURAT.CO Sebanyak 18 tersangka pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moïse resmi diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menjalani persidangan federal. Pemindahan para terdakwa dilakukan menggunakan pesawat militer dari Port-au-Prince menuju Florida pada Minggu waktu setempat.
Ekstradisi 18 tersangka pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moïse menjadi babak baru dalam penyelidikan kasus pembunuhan yang mengguncang Haiti pada Juli 2021. Jaksa federal Amerika Serikat menyatakan seluruh terdakwa akan diadili atas dugaan keterlibatan mereka dalam komplotan lintas negara yang merencanakan pembunuhan kepala negara tersebut.
Kasus pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moïse ditangani oleh Kantor Kejaksaan Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Florida, yang sebelumnya berhasil memperoleh vonis bersalah terhadap empat terdakwa pada Mei 2026. Para jaksa menyebut mereka sebagai pemimpin geng dan rekan konspirator dalam operasi pembunuhan itu.
Jaksa AS: Pengejaran Dalang Pembunuhan Belum Berakhir
Jaksa Amerika Serikat Jason A. Reding Quinones, yang memimpin penyelidikan, menegaskan bahwa proses hukum masih terus berlanjut hingga seluruh pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban.
“Hari ini menandai fase besar berikutnya dalam upaya kami mencari keadilan atas pembunuhan Presiden Jovenel Moïse. Kami akan mengikuti setiap bukti, termasuk mereka yang membiayai, memfasilitasi, mendukung, maupun melakukan kejahatan tersebut,” tulis Quinones melalui media sosial.
Meski demikian, Quinones belum mengungkap identitas 18 tersangka yang dipindahkan ke Amerika Serikat. Sementara itu, lebih dari selusin mantan tentara Kolombia serta seorang mantan pejabat pemerintah Haiti masih menunggu proses hukum di Haiti.
FBI juga mengonfirmasi bahwa sejumlah penangkapan dilakukan secara bersamaan di Amerika Serikat maupun beberapa negara lain sebagai bagian dari penyelidikan internasional.
Pembunuhan Jovenel Moïse Guncang Haiti
Jovenel Moïse, yang berusia 53 tahun, tewas ditembak di kediaman pribadinya di kawasan Pèlerin 5, Port-au-Prince, pada Juli 2021. Dalam serangan tersebut, istrinya mengalami luka kritis namun berhasil selamat.
Kematian Moïse menciptakan kekosongan politik yang belum sepenuhnya pulih hingga kini. Haiti tidak lagi memiliki pemimpin nasional hasil pemilu, sementara kelompok bersenjata memanfaatkan krisis tersebut untuk memperluas pengaruhnya.
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 90 persen wilayah Port-au-Prince kini berada di bawah kendali geng bersenjata. Sepanjang 2025, sedikitnya 8.100 pembunuhan terkait kekerasan geng tercatat, dan sekitar 1,5 juta warga terpaksa mengungsi akibat memburuknya situasi keamanan.
Mengapa Diadili di Florida?
Jaksa federal menjelaskan bahwa pengadilan Amerika Serikat memiliki yurisdiksi karena sebagian besar perencanaan, pendanaan, dan koordinasi pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moïse dilakukan dari wilayah Florida Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




