30 Warga Palestina Tewas di Tepi Barat Sepanjang 2026, Ribuan Serangan Tercatat

AKURAT.CO Sebanyak 30 warga Palestina tewas dalam serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak awal 2026. Data resmi Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina menunjukkan angka tersebut tercatat hingga 2 Oktober 2026 dan telah melampaui jumlah korban dalam setiap tahun sejak 2022.
Jumlah warga Palestina tewas di Tepi Barat pada 2026 itu juga lebih dari dua kali lipat dibandingkan total korban sepanjang 2025. Komisi tersebut menyebut peningkatan itu sebagai eskalasi berbahaya dalam dampak mematikan serangan terhadap warga Palestina.
Serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka juga terus meningkat. Sepanjang September 2026, tercatat 2.051 serangan di Tepi Barat, yang dilakukan oleh pasukan Israel maupun pemukim. Dari jumlah tersebut, 647 serangan dilakukan pemukim dan menyebabkan tiga warga Palestina tewas.
Ramallah dan Nablus Jadi Wilayah dengan Korban Terbanyak
Menurut data Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina, korban tewas sepanjang 2026 terkonsentrasi di sejumlah wilayah.
Sebanyak 15 warga Palestina tewas di wilayah Ramallah dan Al-Bireh, sedangkan tujuh lainnya tewas di Nablus. Dua wilayah tersebut menyumbang sekitar 73 persen dari total korban.
Selain itu, tiga warga Palestina tewas di Hebron, masing-masing dua di Yerusalem dan Salfit, serta satu orang di Qalqilya.
Komisi mencatat pemukim melakukan 5.561 serangan terhadap warga Palestina, tanah dan properti mereka sejak awal 2026 hingga akhir September.
Ribuan Pohon Zaitun Rusak
Dampak serangan tidak hanya berupa korban jiwa. Sepanjang September, sebanyak 14.600 pohon rusak, termasuk 9.334 pohon zaitun.
Kerusakan terhadap lahan pertanian dan pohon zaitun menjadi bagian dari rangkaian serangan terhadap properti Palestina yang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Tepi Barat.
Pada periode yang sama, otoritas Israel juga merobohkan 254 bangunan milik warga Palestina, termasuk 89 rumah yang dihuni.
Pembongkaran tersebut berdampak langsung terhadap 320 warga Palestina, terdiri dari 164 anak-anak dan 64 perempuan.
21 Pos Pemukiman Baru Dicoba Dibangun
Komisi juga menyebut pemukim berupaya mendirikan 21 pos pemukiman baru di Tepi Barat sepanjang September.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








