Korea Utara Tolak Bantuan Medis Korea Selatan: Mereka Harus Menunjukkan Rasa Hormat!

AKURAT.CO Korea Utara menolak bantuan medis dari Korea Selatan. Negara Komunis itu menyatakan bahwa Seoul harus terlebih dahulu menunjukkan "penghormatan, kepedulian, dan ketulusan tertinggi" jika mereka "benar-benar ingin memulihkan hubungan" antara kedua negara.
Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyebut permintaan Seoul kepada PBB untuk mendapatkan pengecualian guna mengirimkan peralatan medis ke Korea Utara sebagai penghinaan terhadap negara Korut. Ia juga menilai langkah itu sebagai sebuah provokasi yang bermotif politik, dan "pelanggaran berat" terhadap hukum nasionalnya.
"Dalam situasi saat ini, pihak-pihak yang seharusnya menyadari fakta bahwa peralatan medis bantuan dari Korea Selatan tidak dapat masuk ke wilayah kami dan tidak ada cara untuk memasukkannya, justru melakukan lelucon semacam itu," ujarnya.
Ia juga menyebut hal tersebut sebagai "perhitungan politik yang licik untuk mendapatkan sesuatu dengan membandingkan 'sikap berniat baik' mereka dengan 'sikap penolakan' Korea Utara.
"Jika Seoul ingin "memulihkan hubungan" antara Korea Selatan dan Korea Utara, "mereka harus mempertimbangkan perasaan pihak lawan dalam setiap perkataan dan tindakan, serta menunjukkan penghormatan, kepedulian, dan ketulusan tertinggi di atas segalanya," kata Kim.
"Kami tidak memiliki kepentingan untuk bertukar apa pun atau berurusan dengan Korea Selatan, dan tidak perlu melakukan pertemuan tatap muka dengan mereka. Kami tegaskan sekali lagi bahwa ini adalah pendirian teguh DPRK (Korea Utara)," tambahnya.
Ketegangan antara kedua belah pihak masih tinggi sejak insiden ledakan ranjau darat di sisi Korea Selatan pada Garis Demarkasi Militer bulan lalu, yang menyebabkan dua tentara Korea Selatan terluka parah.
Seoul menuduh Pyongyang sengaja memasang ranjau tersebut, sementara Korea Utara membantah tuduhan itu.
Komandan militer tertinggi Korea Selatan pada hari Kamis menyatakan bahwa ia memandang ledakan ranjau baru-baru ini di dekat perbatasan antar-Korea semata-mata sebagai "provokasi" oleh Korea Utara, menurut kantor berita Yonhap.
Sementara itu, Kim menyebut usulan bantuan Seoul sebagai "lelucon lain, yang dirancang bersamaan dengan lelucon 'ledakan ranjau'," dan menggambarkannya sebagai "tontonan yang luar biasa."
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






