Trump Kembali Protes Tak Dapat Nobel Perdamaian, Klaim Seharusnya Raih Delapan Penghargaan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluhkan kegagalannya meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Dalam rapat umum menjelang pemilihan paruh waktu di negara bagian New York pada 9 Oktober, Trump mengklaim telah mengakhiri delapan perang dan menilai upaya tersebut seharusnya membuatnya layak menerima penghargaan bergengsi itu.
Trump menyindir keputusan pemberian Nobel Perdamaian kepada sosok yang menurutnya tidak dikenal luas. Ia bahkan berpendapat Amerika Serikat seharusnya memperoleh delapan Hadiah Nobel Perdamaian, masing-masing satu untuk setiap perang yang diklaimnya berhasil diakhiri.
"Kami seharusnya mendapatkan delapan Hadiah Nobel, satu untuk setiap perang yang berakhir," kata Trump dalam pidatonya.
Trump juga menyebut keputusan tersebut sebagai noda permanen bagi Norwegia dan pihak-pihak yang menentukan penerima penghargaan. Keluhan itu kembali memperlihatkan kekecewaannya karena tidak memperoleh Nobel Perdamaian, penghargaan yang telah lama ia inginkan sejak pertemuan puncak Amerika Serikat dan Korea Utara pada Juni 2018.
Trump Sebut AS Seharusnya Mendapat Nobel Perdamaian
Dalam pidatonya, Trump mempertanyakan keputusan pemberian Nobel Perdamaian kepada seseorang yang disebutnya belum pernah ia dengar namanya.
"Seseorang yang belum pernah saya dengar namanya," ujar Trump, seraya menggambarkan penerima penghargaan tersebut sebagai sosok misterius yang tidak dikenal siapa pun.
Trump kemudian menegaskan bahwa Amerika Serikat, yang dipimpinnya, seharusnya menerima penghargaan tersebut.
"Amerika Serikat, yang saya wakili sebagai presiden Anda, seharusnya menerima Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi kenyataannya tidak," katanya.
Ia juga mengecam keputusan tersebut dengan menyebutnya sebagai "noda permanen bagi Norwegia dan orang-orang yang mengambil keputusan yang begitu memalukan dan tercela itu".
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam rapat umum pada 9 Oktober, ketika persaingan politik menjelang pemilihan paruh waktu AS menjadi salah satu agenda utama pemerintahannya.
Trump Klaim Cegah Perang di Asia
Selain mengklaim telah mengakhiri delapan perang, Trump menyatakan dirinya terus mencegah konflik antara Korea Selatan dan Korea Utara, Jepang dan Korea Utara, serta China dan Taiwan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







