Kesepakatan Diesel Rusia Dikecam, Trump Membela Diri

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim gencatan senjata sektor energi antara Rusia dan Ukraina telah berlaku, meski belum ada konfirmasi resmi dari Moskow maupun Kyiv. Klaim gencatan senjata Rusia-Ukraina ini muncul ketika serangan terhadap infrastruktur energi masih dilaporkan terjadi dan memicu keraguan terhadap kesepakatan yang diumumkan Washington.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Gedung Putih pada 12 Oktober 2026. Ia bersikeras bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyetujui penghentian serangan terhadap fasilitas energi, meskipun pejabat Ukraina melaporkan serangan drone Rusia ke pembangkit listrik di Kyiv dan fasilitas energi di Kharkiv.
Di tengah ketidakjelasan gencatan senjata Rusia-Ukraina, Trump juga membela keputusannya mengizinkan impor diesel Rusia ke Amerika Serikat. Kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah anggota Partai Republik dan Demokrat yang menilai pembelian energi Rusia berpotensi menambah pendapatan Moskow untuk membiayai perang di Ukraina.
Trump Klaim Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata
Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sektor energi melalui media sosial pada 11 Oktober 2026. Namun, Moskow belum mengonfirmasi pengumuman tersebut, sementara Zelensky dilaporkan mengatakan kepada Axios bahwa proposal itu merupakan sesuatu yang baru diketahuinya.
Saat ditanya wartawan pada 12 Oktober mengenai persetujuan kedua negara, Trump mengatakan Rusia dan Ukraina telah sepakat karena dirinya menyatakan demikian. Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti laporan mengenai pelanggaran gencatan senjata oleh Rusia.
Trump kemudian mendesak Putin dan Zelensky bertemu untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022.
Pengumuman terbaru ini bukan kali pertama Trump menyatakan kedua pihak sepakat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi. Pada 14 September 2026, ia juga menyampaikan klaim serupa, tetapi serangan Rusia yang berlanjut kemudian menggagalkan harapan tercapainya penghentian serangan yang bertahan lama.
Zelensky Bersedia Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 12 Oktober menyatakan Kyiv bersedia menghentikan serangan jarak jauh terhadap kilang minyak Rusia dan ekspor minyak negara tersebut apabila Moskow menghentikan serangan terhadap sistem energi Ukraina.
Dalam pidato melalui sambungan video di Warsaw Security Forum, Zelensky menegaskan bahwa penghentian serangan harus berlaku timbal balik. Ukraina, menurut dia, tidak seharusnya menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia sementara infrastruktur energi dan warga Ukraina masih menjadi sasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







