Buka Puasa Langsung Makan Nasi, Apakah Baik untuk Kesehatan?

AKURAT.CO Saat waktu berbuka puasa tiba, semua umat muslim ingin cepat-cepat langsung menyantap menu buka puasa yang telah disiapkan. Namun, kerap kali masih banyak orang yang melakukan kesalahan dalam cara berbuka puasa, seperti langsung mengonsumsi makanan berat atau padat.
Lantas apakah berbuka puasa boleh langsung mengonsumsi makanan berat, seperti nasi dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan tubuh? Simak penjelasannya di bawah ini yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (27/3/2024).
Baca Juga: Apa Bedanya Nasi Putih dengan Nasi Shirataki? Mana yang Lebih Sehat?
Pertama, buka puasa mempunyai tujuan untuk mengembalikan energi dan nutrisi setelah seharian tidak makan dan minum. Hal yang penting dalam berbuka adalah dengan melihat porsi dan menu makan.
Jadi, jawaban dari apakah boleh berbuka puasa langsung dengan nasi atau makanan berat, yakni boleh saja atau tidak dilarang. Tetapi kembali lagi, porsi nasi tetap harus diperhatikan. Pastikan untuk selalu menjaga porsi makanan yang tidak berlebihan. Sebab, jika berlebihan maka akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Seperti yang diketahui, bahwa setiap apapun yang berlebihan itu tidak baik untuk dilakukan. Hal ini termasuk juga dalam menyantap makanan.
Saat berbuka puasa tentu tidak ada larangan ingin makan menu apapun, tetapi sebaiknya tidak berlebihan dan jika bisa hindari makanan berat.
Pada dasarnya, terdapat beberapa alasan mengapa sebaiknya lebih baik menghindari makan berat setelah berbuka. Pertama, dampaknya bagi kesehatan adalah bisa mengganggu pencernaan. Masalah pencernaan tersebut bisa memicu mulai dari penyakit asam lambung, maag, atau bahkan sakit perut melilit. Selain itu, bisa menyebabkan lebih mudah mengantuk dan mudah merasa lapar juga.
Baca Juga: 5 Fakta Nasi Goreng Jarang Diketahui Banyak Orang, Ternyata Bukan Asli Dari Indonesia?
Kesimpulannya, yakni saat buka puasa sebaiknya mengonsumsi makanan ringan yang sehat terlebih dahulu, lalu setelah 30 menit kemudian bisa mulai mengonsumsi makanan yang berat atau padat. Hal tersebut bisa mencegah permasalahan kesehatan yang tidak diinginkan untuk terjadi agar ibadah juga tetap berjalan dengan baik dan lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








