Nugget Kanzler Tanpa Pengawet, Kok Bisa?

AKURAT.CO Rahasia Nugget Kanzler tanpa pengawet ada pada pembekuan cepat, dan rantai dingin yang dijaga dari pabrik hingga freezer di rumah.
Satu kemasan Nugget Kanzler bisa disimpan lama di freezer, yang selalu siap untuk digoreng saat dibutuhkan.
Wajar jika kemudian muncul pertanyaan: kalau dibuat tanpa pengawet, mengapa nugget tetap dapat bertahan? Jawabannya bukan pada bahan tambahan yang disembunyikan, melainkan pada cara produk itu dibuat dan dijaga untuk tetap beku.
Istilah tanpa pengawet bukanlah hal yang mustahil untuk produk nugget. Pada produk beku, suhu rendah menjadi cara utama untuk memperlambat aktivitas mikroorganisme dan reaksi yang menurunkan mutu.
Agar cara ini bekerja, prosesnya harus dimulai sejak pemilihan bahan baku, dilanjutkan dengan pemasakan dan pembekuan yang terkontrol, lalu dijaga melalui rantai dingin sampai produk tiba di rumah konsumen.
Baca Juga: Resep Pisang Nugget Crispy dan Lembut: Camilan Kekinian yang Mudah Dibuat di Rumah
Bahan Baku Menentukan Langkah Berikutnya
Kualitas produk tidak bisa diperbaiki hanya dengan mengandalkan mesin pada tahap akhir. Karena itu, Kanzler menjaga kualitas mulai dari bahan yang digunakan.
Axel Sutantio, CEO Consumer Food Cimory Group, yang membawahi bisnis makanan konsumen termasuk Kanzler, merangkum prinsip tersebut dengan sederhana.
"Bahan bakunya harus benar, kemudian prosesnya harus benar, baru bisa menghasilkan produk yang baik," ujarnya, Sabtu (3/10/2026).
Untuk bahan dagingnya, Kanzler menggunakan 100 persen fillet ayam tanpa tulang dan kulit, bukan mechanically deboned meat atau MDM.
Bahan baku yang jelas dan seragam membantu proses produksi berjalan lebih konsisten. Komposisi, tekstur, waktu pemasakan, dan pembekuan dapat dikendalikan dengan lebih presisi dari satu tahapan produksi ke tahapan berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


