Mengenal Bread is Home, Berawal dari Kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus hingga Produksi 3.000 Roti per Bulan

AKURAT.CO Bagi Juli, membuat roti awalnya bukan tentang membangun bisnis besar. Semuanya bermula dari kebutuhan yang sangat personal: memastikan anaknya yang berkebutuhan khusus tetap bisa menikmati makanan yang sesuai. Dari dapur rumah di Jayapura, kebutuhan tersebut perlahan berubah menjadi Bread is Home, usaha roti yang kini mampu memproduksi sekitar 2.800-3.300 produk per bulan.
Perjalanan itu juga membawa Juli pada gagasan yang lebih luas. Roti tidak hanya menjadi produk untuk dijual, tetapi menjadi medium untuk mengolah pangan lokal Papua, membuka akses pasar, hingga menciptakan ruang belajar dan pemberdayaan bagi anak berkebutuhan khusus serta perempuan di sekitarnya.
Apa Itu Bread is Home dan Bagaimana Usaha Ini Bermula?
Bread is Home merupakan usaha roti rumahan yang dirintis Juli di Jayapura setelah ia pindah dari Jakarta pada 2020 mengikuti suaminya. Salah satu pemicu awalnya adalah pengamatannya terhadap harga produk oleh-oleh di Papua yang relatif tinggi.
Dari dapur rumah, Juli kemudian mencoba membuat alternatif yang lebih terjangkau. Ia juga mulai memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai bagian dari produk yang dibuatnya.
Namun, perjalanan Bread is Home tidak bisa dilepaskan dari pengalaman Juli sebagai orang tua dari anak berkebutuhan khusus. Kebutuhan untuk menyediakan makanan yang sesuai bagi sang anak kemudian menjadi bagian penting dari alasan personal di balik usaha tersebut.
Bread is Home akhirnya berkembang dari sesuatu yang berangkat dari kebutuhan keluarga menjadi usaha yang memiliki pasar lebih luas. Produk-produknya mulai dipasarkan melalui sejumlah kafe lokal di Jayapura, termasuk Embai Coffee and Roastery, Sandyakala, Meja Kopi, dan Hujan Sore.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







