Heboh Soal Kelas Rawat Inap Bakal Dihapus, Begini Penjelasan Kemenkes dan BPJS Kesehatan

AKURAT.CO Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2024 tentang JKN. Perpres itu mengamanatkan pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan berlaku Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mohammad Syahril, mengatakan, tujuan perpres ini adalah menjamin masyarakat peserta BPJS Kesehatan untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Perlakuan yang sama tersebut di antaranya melalui sarana dan prasarana untuk ruang rawat inap yang disebut dengan kelas rawat inap standar (KRIS).
Hanya ada 12 komponen yang harus dipenuhi oleh fasilitas kesehatan untuk mencapai KRIS. Sebagian fasilitas kesehatan sudah memenuhi 12 kriteria tersebut tetapi masih ada yang belum memenuhi kriteria tersebut.
Baca Juga: Resmi! Kevin Sanjaya Sukamuljo Mundur dari Pelatnas, Susul Marcus Gideon
Karena itu, implementasi ini masih dalam proses. Saat ini, sistem kelas rawat inap di rumah sakit di Indonesia untuk peserta BPJS Kesehatan masih dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kelas 1, kelas 2, dan kelas 3, yang masing-masing memiliki fasilitas dan pelayanan yang berbeda.
"Sebagai contoh, masih banyak di rumah sakit untuk layanan kelas 3, ada 5 sampai 8 tempat tidur dalam satu ruang perawatan. Melalui perpres ini, nantinya maksimal 4 tempat tidur dalam satu ruang perawatan," ujar Syahril pada konferensi pers, Rabu (15/5/2024).
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan, dalam Perpres 59 tahun 2024, tidak ada penghapusan kata-kata yang mengamanatkan kelas-kelas rawat inap BPJS Kesehatan. Karena itu, tidak ada perubahan iuran BPJS Kesehatan atau masih berlaku besaran yang sama.
Kendati demikian, para pemangku kepentingan akan melakukan evaluasi terhadap hal tersebut. Para pemangku kepentingan yang dimaksud, yakni Kemenkes, BPJS Kesehatan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).
Baca Juga: Google Luncurkan Project Astra, Chatbot AI pada Kamera Ponsel untuk Mengenali Objek
"Kami akan bersama-sama melihat dari implementasi Perpres 59/2024 ini sampai dengan 30 Juni 2025. Tentu saja, iuran yang selama ini banyak ditanyakan masih tetap, tidak ada penghapusan kelas. Jadi, otomatis untuk iuran ini masih mengacu pada perpres yang masih berlaku, yaitu Perpres 64 tahun 2020 jadi masih ada kelas dan iuran masih sama," ucap Rizzky.
Perpres 59/2024 sudah mengamanatkan bahwa hasil dari evaluasi kementerian dan lembaga akan menjadi acuan untuk penetapan manfaat, tarif, dan iuran. Dengan demikian, hasil evaluasi berupa ketetapan baru akan diterapkan paling lambat 1 Juli 2025.
Sebagian rumah sakit sudah dalam proses penerapan KRIS. Dari 3.176 rumah sakit secara nasional, ada 3.060 yang akan mengimplementasikan KRIS. Sampai dengan 30 April ini, 2.558 rumah sakit sudah siap mengimplementasikan KRIS berdasarkan hasil survei 12 ktiteria KRIS.
Baca Juga: Harga Tiket Timnas Indonesia Meroket, Suporter Merasa Nasionalismenya Digadaikan PSSI
Diharapkan, ditiap RS milik pemerintah minimal 60 persen tempat tidurnya adalah KRIS sedangkan RS Swasta 40 persen tempat tidurnya adalah KRIS.
"Jadi, rumah sakit pemerintah maupun swasta tetap memberikan layanan untuk peserta BPJS Kesehatan dan non-BPJS Kesehatan," tambah dr. Syahril.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









