100 Balita Mengonsumsi Kental Manis Jadi Sasaran Penelitian

AKURAT.CO, Sebanyak 100 balita yang mengonsumsi kental manis sebagai susu di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menjadi sasaran penelitian Pengurus Daerah Aisyiyah (PD) Kab. Bogor dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat dampak kesehatan konsumsi kental manis terhadap tumbuh kembang anak-anak.
Baca Juga: Komisi IX DPR Ingatkan BPOM, Koreksi Penamaan Kental Manis
Dalam pembekalan penelitian yang dilakukan di locus, Koordinator Penelitian Majelis Kesehatan PDA Kab Bogor, Lina Marlina mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut edukasi, sosialisasi dan temuan tentang kesalahan penggunaan kental manis sebagai minuman susu untuk anak dalam beberapa tahun terakhir ini.
“Dari total jumlah responden tersebut (100 balita), mereka mengonsumsi konsumsi kental manisnya bervariasi, mulai dari yang sesekali mengonsumsi kental manis hingga yang sering. Ada di antara anak itu memang yang benar-benar minum sebagai susu, ada yang memang sewaktu-waktu gitu, ada yang memang satu pekan sekali,” kata Lina.
Meski hanya menyasar 100 balita, menurut Lina tidak menutup kemungkinan masih banyak balita yang tidak terekam dari penelitiannya. Sebab, pemetaan target responden tersebut memang sudah berdasarkan pendataan awal oleh kader.
Sementara, untuk penentuan locus penelitian, disebabkan memang berbagai faktor, di antaranya fakta kebiasaan konsumsi kental manis serta minimnya edukasi masyarakat akan gizi keluarga.
Baca Juga: Susu Kental Manis Tergolong Susu Atau Bukan? Berikut Penjelasannya
Hal lain yang menjadi kekhawatiran Lina adalah desa-desa di Pamijahan adalah salah satu wilayah sasaran bantuan sosial. Hanya saja, bantuan-bantuan tersebut juga kerap menyertakan kental manis. Praktik tersebut, bila dibiarkan dapat melanggengkan kesalahan persepsi penggunaan kental manis oleh masyarakat.
Sebagaimana diketahui, berdasar Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 20 Tahun 2021 atas perubahan Per BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang label pangan olahan menyebut kental manis tidak untuk menggantikan ASI.
Kental manis juga tidak cocok untuk bayi sampai 12 bulan, serta tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi.
Pasalnya, kental manis mengandung banyak gula yang tidak baik untuk tubuh terlebih jika dikonsumsi secara berlebih.
Data Singapore Food Database menyebut terdapat sekitar 50g gula dalam 100ml kental manis, yang berarti 30ml kental manis mengandung lebih dari 15 gram gula.
Selain itu, susu kental manis mengandung sedikit vitamin dan mineral yang bermanfaat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







